ACEHFOOTBALL.net — Pelatih timnas Spanyol, Luis de la Fuente, menolak keras membandingkan Lamine Yamal dengan Lionel Messi, meski wonderkid La Roja itu baru saja menorehkan catatan yang bahkan melampaui rekor sang megabintang Argentina di ajang Piala Dunia.
Yamal menjadi salah satu sorotan utama pada laga Grup H Piala Dunia 2026 saat membantu Spanyol mengalahkan Arab Saudi 4-0 di Stadion Atlanta, Minggu (21/6/2026).
Dalam pertandingan tersebut, pemain sayap muda itu mencetak gol pertamanya di Piala Dunia sekaligus mengukir sejarah sebagai salah satu pencetak gol termuda sepanjang sejarah turnamen.
Yang menarik, Yamal mencatatkan gol perdananya di usia 18 tahun 343 hari, lebih muda dibandingkan Messi saat mencetak gol pertamanya di Piala Dunia 2006 pada usia 18 tahun 357 hari.
Namun, bagi De la Fuente, pencapaian tersebut bukan alasan untuk menempatkan Yamal dalam bayang-bayang dua legenda terbesar sepak bola dunia, Lionel Messi maupun Diego Maradona.
“Kesalahan terbesar adalah membandingkannya dengan Messi atau Maradona,” kata De la Fuente sebelum laga melawan Arab Saudi.
Menurut pelatih berusia 65 tahun itu, Yamal masih berada dalam tahap perkembangan dan memiliki perjalanan panjang untuk mencapai potensi terbaiknya.
“Dia masih berkembang dan memiliki proses pendewasaan yang panjang. Bagi kami, dan bagi dirinya sendiri, dia hanyalah salah satu anggota tim. Itu justru menjadi kekuatan besar bagi kami,” ujarnya.
De la Fuente menegaskan bahwa tugas tim pelatih bukan membebani pemain muda dengan ekspektasi berlebihan, melainkan mendampingi proses pertumbuhannya.
“Kami harus membantu dia jika ingin terus menikmati permainannya. Cara membantu adalah mendampinginya dalam proses perkembangan itu. Siapa pun yang menjadi orang tua pasti memahami hal tersebut. Kami hadir di sampingnya tanpa mengganggu ruang pribadinya,” kata mantan pelatih tim muda Spanyol tersebut.
Pendekatan itu bukan tanpa alasan. De la Fuente dikenal sebagai sosok yang telah membina sebagian besar pemain Spanyol saat ini sejak level usia muda. Sebelum dipercaya menangani tim senior pada 2022, ia lebih dahulu melatih tim U-19, U-21, dan tim Olimpiade Spanyol.
Kesabarannya dalam mengelola Yamal juga terlihat sepanjang turnamen. Saat banyak pihak mendesak agar pemain muda Barcelona itu langsung menjadi starter, De la Fuente memilih memberinya waktu beradaptasi.
Yamal hanya tampil sebagai pemain pengganti saat Spanyol bermain imbang tanpa gol melawan Cabo Verde sebelum akhirnya dipercaya tampil sejak menit pertama menghadapi Arab Saudi.
Kepercayaan tersebut langsung dibayar lunas. Yamal membuka keunggulan Spanyol dan membantu La Roja meraih kemenangan meyakinkan 4-0.
Usai pertandingan, De la Fuente kembali menunjukkan sikap protektif terhadap pemain mudanya.
“Tidak adil meragukan generasi muda seperti ini. Saya seorang pendidik sebelum menjadi pelatih,” ujarnya.
Pernyataan itu menegaskan filosofi kepelatihannya yang lebih menekankan proses dibanding euforia sesaat. Meski Yamal sudah memecahkan rekor yang pernah dipegang Messi di Piala Dunia, De la Fuente memilih menahan laju pujian berlebihan.
Baginya, Yamal belum perlu menjadi Messi baru. Yang terpenting adalah memberi ruang agar talenta muda Spanyol itu tumbuh secara alami dan menikmati perjalanan panjang yang masih terbentang di hadapannya.





















Komentar