ACEHFOOTBALL.net – Tim debutan Cabo Verde kembali menjadi sorotan pada Piala Dunia 2026 setelah secara mengejutkan menahan dua kali juara dunia Uruguay dengan skor 2-2 pada laga Grup H di Miami Stadium, Minggu (21/6/2026) waktu setempat.
Setelah sebelumnya sukses mencuri satu poin saat menahan Spanyol tanpa gol pada laga perdana, tim berjuluk Blue Sharks kembali menunjukkan bahwa mereka bukan sekadar pelengkap turnamen.
Cabo Verde bahkan sempat membuat Uruguay berada dalam tekanan sepanjang pertandingan yang berlangsung sengit di Florida.
Cabo Verde membuka keunggulan melalui tendangan bebas spektakuler Kevin Pina yang gagal diantisipasi penjaga gawang Uruguay.
Namun tim Amerika Selatan itu mampu bangkit dan membalikkan keadaan lewat gol-gol yang dicetak Maxi Araujo dan rekan-rekannya.
Meski tertinggal, pasukan asuhan Bubista tidak kehilangan semangat. Mereka terus menekan hingga akhirnya Helio Varela mencetak gol penyeimbang yang memastikan Cabo Verde meraih hasil imbang kedua secara beruntun di ajang Piala Dunia 2026.
Hasil tersebut membuat persaingan Grup H semakin terbuka. Uruguay dan Cabo Verde sama-sama mengoleksi dua poin dari dua pertandingan, hanya terpaut dua angka dari pemuncak klasemen Spanyol yang sebelumnya bangkit dengan kemenangan telak 4-0 atas Arab Saudi.
Bagi Cabo Verde, hasil ini semakin mempertegas status mereka sebagai salah satu kejutan terbesar turnamen. Datang sebagai negara kecil yang menjalani debut di putaran final Piala Dunia, mereka mampu menahan dua negara yang pernah mengangkat trofi dunia, yakni Spanyol dan Uruguay.
Sementara itu, pada pertandingan lain Grup H, Spanyol berhasil bangkit dari hasil imbang pada laga pembuka. Tim asuhan Luis de la Fuente tampil dominan saat menghajar Arab Saudi 4-0 di Atlanta Stadium.
Wonderkid Lamine Yamal membuka keunggulan La Roja dan mencatat sejarah sebagai pencetak gol termuda kedelapan dalam sejarah Piala Dunia pada usia 18 tahun 343 hari.
Mikel Oyarzabal menyumbang dua gol, sementara satu gol lainnya lahir dari gol bunuh diri Hassan Al Tambakti.
Di Grup G, Mesir mencatat sejarah tersendiri. Mohamed Salah memimpin kebangkitan The Pharaohs untuk mengalahkan Selandia Baru 3-1 di Vancouver.
Kemenangan tersebut menjadi kemenangan pertama Mesir di Piala Dunia setelah penantian panjang selama 92 tahun dan 25 hari sejak penampilan perdana mereka di turnamen ini.
Salah mencetak gol penentu kemenangan sekaligus menjadi pemain Mesir pertama yang mampu mencetak gol pada dua edisi Piala Dunia berbeda. Dua gol lainnya dicetak Mostafa Zico dan Trezeguet.
Hasil itu membawa Mesir ke puncak klasemen Grup G dengan empat poin, unggul dua angka atas Iran dan Belgia yang pada laga lainnya harus puas bermain imbang tanpa gol.
Belgia sebenarnya lebih dominan dalam pertandingan di Los Angeles Stadium, namun buruknya penyelesaian akhir membuat tim asuhan Rudi Garcia gagal meraih kemenangan.
Iran bahkan nyaris mencuri tiga poin andai gol Mehdi Taremi tidak dianulir karena offside.
Dengan satu pertandingan tersisa di fase grup, baik Grup G maupun Grup H masih menyisakan persaingan ketat untuk memperebutkan tiket ke babak gugur.
Namun sejauh ini, Cabo Verde menjadi cerita paling menarik dengan keberanian mereka menantang dan menahan dua mantan juara dunia secara beruntun.
Sumber: Fifa





















Komentar