ACEHFOOTBALL.net — Mauricio Pochettino menapaki jalan panjang menuju Piala Dunia 2026 bersama Amerika Serikat. Jejak mula karier kepelatihannya tak biasa.
Ia memulai karier kepelatihannya dari tempat yang tak banyak diketahui publik: tim sepak bola putri Espanyol.
Pelatih asal Argentina itu kini tengah membawa Amerika Serikat bersaing di Piala Dunia FIFA 2026. Setelah mengawali turnamen dengan kemenangan meyakinkan 4-1 atas Paraguay di Grup D, tim asuhannya bersiap menghadapi Australia pada laga berikutnya.
Namun, perjalanan menuju panggung terbesar sepak bola dunia itu bermula hampir dua dekade lalu.
Pada 2006, sesaat setelah mengakhiri karier bermain selama 18 tahun, Pochettino menetap di Barcelona bersama keluarganya.
Saat menjalani pendidikan lisensi kepelatihan, ia membutuhkan jam praktik di lapangan. Kesempatan itu datang ketika pelatih tim putri Espanyol, Emili Montangut, mengundangnya menjadi asisten pelatih.
Awalnya, tugas tersebut hanya direncanakan berlangsung beberapa bulan. Namun, Pochettino justru terlibat penuh dalam aktivitas tim hingga akhir 2008.
Dari situlah ia mulai memahami dunia kepelatihan sebelum dipercaya menangani tim utama Espanyol pada 2009.
Kariernya kemudian melesat. Ia sukses menyelamatkan Espanyol dari degradasi, lalu melatih Southampton, Tottenham Hotspur, Paris Saint-Germain, hingga Chelsea sebelum ditunjuk sebagai pelatih Amerika Serikat pada September 2024.
Pengalaman melatih tim putri Espanyol meninggalkan kesan mendalam bagi Pochettino. Ia kerap menyebut periode tersebut sebagai “pelajaran hidup” yang membentuk filosofi kepelatihannya.
Mantan pemain Espanyol Putri, Sara Serna, mengenang sosok Pochettino sebagai pelatih yang penuh energi dan sangat detail dalam memberikan instruksi.
“Dia selalu menunjukkan gairah besar terhadap sepak bola. Instruksinya sangat rinci dan ia terus mendorong pemain untuk tampil maksimal,” kenang Serna.
Hal senada disampaikan mantan gelandang Lara Rabal. Menurutnya, Pochettino sejak awal dikenal sangat teliti, terutama dalam melatih para pemain bertahan.
Bahkan setelah berkarier di sepak bola pria, Pochettino masih sering menjadikan pengalaman bersama tim putri Espanyol sebagai referensi.
Ia kerap menceritakan kepada pemain muda tentang dedikasi para pesepak bola putri yang berlatih dalam keterbatasan fasilitas semata-mata karena kecintaan terhadap olahraga tersebut.
“Motivasi mereka bukan uang, melainkan cinta terhadap sepak bola,” ujar Pochettino dalam berbagai kesempatan.
Kini, pria yang akrab disapa “Poch” itu memimpin tim nasional Amerika Serikat, negara yang justru lebih dikenal melalui prestasi sepak bola putrinya yang telah empat kali menjuarai Piala Dunia Wanita.
Pochettino juga tidak pernah benar-benar meninggalkan dunia sepak bola putri. Saat melatih Paris Saint-Germain pada 2021, ia sempat menyaksikan langsung semifinal Liga Champions Wanita UEFA.
Ia juga pernah memuji perkembangan sepak bola putri Amerika Serikat yang menurutnya menjadi standar dunia.
“Sepak bola putri telah lama menjadi bagian penting dari budaya olahraga di Amerika Serikat dan dalam banyak hal sering berada selangkah lebih maju dibanding sepak bola pria,” kata Pochettino.
Kini, pengalaman yang dimulai dari lapangan sederhana bersama tim putri Espanyol menjadi fondasi perjalanan panjang yang mengantarkan Mauricio Pochettino ke panggung terbesar sepak bola dunia bersama Amerika Serikat di Piala Dunia 2026.
Sumber: fifa





















Komentar