
ACEHFOOTBALL.com — Martunis, remaja korban tsunami yang saat ini sedang belajar ilmu sepakbola di Akademi Sporting Lisbon disarankan juga belajar ilmu kepelatihan.
Hal itu disarankan Djohar Arifin Husin, mantan Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) usai menghadiri pelantikan pengurus Asosiasi Sekolah Sepakbola Aceh (ASSA) di Anjong Monmata, Banda Aceh, Senin (21/12/2015) lalu.
Karena itu, mantan staf ahli Menpora ini meminta Martunis untuk memanfaatkan kesempatan baik bisa belajar sepakbola di luar negeri.
“Martunis harus memanfaatkan suasana di Portugal ini untuk mengembangkan bakatnya dan mencari ilmu. Kita harap Martunis disamping jadi pemain, setelah itu dia dapat ilmu-ilmu untuk melatih, jadi ilmunya bukan hanya untuk pribadi,” kata Djohar Arifin.
Sepertinya, bukan tanpa alasan mantan pemain PSMS Medan ini menyarankan hal seperti itu, Martunis sudah sangat terlambat masuk akademi, yakni pada usia 18 tahun.
Di Eropa sendiri, seorang pemain bola berbakat sudah mulai digembleng saat dia masih berumur delapan tahun. Sehingga usia 16 tahun, seorang pemain yang potensial sudah mulai masuk tim senior dan bahkan tim nasional.
Abang asuh Martunis di Aceh, Munawardi ketika dihubungi terpisah mendukung saran dari Djohar Arifin. “Jauh-jauh hari saya juga sudah bilang ke Martunis, peluang main di Portugal sangat tipis. Tapi dengan latihan keras, bisa main di level atau divisi 3 Portugal saja sudah luar biasa,” ungkap dia.
Munawardi mengakui, dia sudah mengirimkan rencana atau memberikan plan B untuk pemuda kelahiran 2 Mei 1997 itu. “Alternatif lain ya, selama di Lisbon Martunis berlatih di akademi, sekaligus belajar bahasa Portugal dan Inggris sampai lancar. Setelah itu dia bangun hubungan agar bisa belajar ilmu kepelatihan di sana,” ujar Munawardi.
Untuk mengetahui lebih detail siapa Martunis baca link ini.
Reporter: Marwidin
Editor: Indra



















Komentar