Masih ingat momentum jabat tangan Menpora Imam Nahrawi dengan Ketua Umum PSSI, La Nyalla Mattaliti? Peristiwa itu terjadi saat pembukaan Piala Presiden 2015 di Bali, tapi jangan harap bahwa keakraban itu tanda berakhir perseteruan. Lalu?
Penjelasan soal jabat tangan yang dilakukannya dengan Menpora Imam Nahrawi dijelaskan La Nyalla di Stadion Si Jalak Harupat, Minggu (6/9/2015).
Hasilnya, jabat tangan itu ternyata bukan menandakan perdamaian antara kedua belah pihak yang selama ini dikenal sedang berseberangan soal pembekuan dan hukuman untuk PSSI.
“Dia bilang jabat tangan silahkan saja, tapi pembekuan tetap ada,” katanya. Bagi La Nyalla, jabat tangan itu harusnya menandakan perdamaian. Menpora bahkan harusnya mencabut SK pembekuan yang sudah dikeluarkan.
“Bagi saya salaman itu harusnya sudah selesai, harus damai semua. Tapi ternyata bagi dia salaman itu hanya silaturahmi saja, berarti basa-basi saja,” ketus La Nyalla.
Dia mengaku ingin segera mengakhiri kekisruhan yang terjadi. Menanggapi ajakan Menpora saat di Bali yang mengajaknya berbicara empat mata untuk membahas persoalan yang ada.
“Dia bilang nanti ketemu empat mata di rumah. Oke, saya tunggu,” ucap La Nyalla.
Tapi hingga kini, ia mengaku belum mendapat undangan dari Menpora untuk membahas dan menyelesaikan permasalahan.
Sumber: okz




















Komentar