ACEHFOOTBALL.net — PSMS Medan harus kehilangan puncak klasemen sementara Grup A Pegadaian Championship 2026/2027 setelah kalah 1-2 dari PSPS Pekanbaru di Stadion Kaharuddin Nasution, Pekanbaru, Ahad (11/10/2026) sore WIB.
Pelatih PSMS, Eko Purdjianto, menilai kartu merah yang diterima timnya pada babak pertama mengubah jalannya pertandingan.
PSMS harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-31 setelah bek Ridzar Nurviat diganjar kartu merah akibat pelanggaran terhadap pemain lawan. Situasi itu membuat Ayam Kinantan harus mengubah rencana permainan saat berusaha mengamankan poin di kandang PSPS.
“Kami sebenarnya sudah bisa mengantisipasi permainan di babak pertama sebelum kartu merah terjadi. Namun, apa boleh buat, kami mendapatkan situasi yang tidak diinginkan dan harus bermain dengan 10 pemain,” kata Eko seusai pertandingan.
Meski unggul jumlah pemain, PSPS tidak langsung mampu memecah kebuntuan. Kedua tim menutup babak pertama tanpa gol.
PSPS baru membuka keunggulan melalui Dimas Wicaksono pada menit ke-48. PSMS kemudian menyamakan kedudukan pada menit ke-59 lewat sundulan Javier Siverio, yang memanfaatkan umpan sepak pojok Phillerson Oliveira.
Namun, PSMS gagal mempertahankan hasil imbang. Hamzah Deva mencetak gol pada menit ke-82 untuk membawa PSPS unggul 2-1. Gol tersebut menjadi penentu kemenangan tuan rumah sekaligus membuat PSMS pulang tanpa poin.
Eko mengapresiasi kemenangan PSPS, tetapi menegaskan para pemainnya telah berusaha bertahan dan mencari peluang meski kekurangan satu pemain.
“Pertama, apresiasi buat PSPS Pekanbaru yang menang dengan skor 2-1. Kami kesulitan di babak pertama karena sekitar menit ke-30 sudah bermain dengan 10 pemain. Kami berusaha mempertahankan hasil seri, tetapi yang terjadi justru kalah 2-1,” ujarnya.
Eko juga menyoroti gol penentu PSPS dan bertekad membenahi kekurangan tim sebelum menghadapi Semen Padang pada pertandingan berikutnya, pekan depan.
Menurut dia, para pemain tetap berjuang hingga menit terakhir. Namun, PSMS harus belajar dari kekalahan tersebut agar tidak kembali kehilangan poin.
Penyerang PSMS, Javier Siverio, menilai timnya tidak bermain buruk. Namun, bermain dengan 10 pemain sejak awal pertandingan membuat upaya meraih hasil maksimal menjadi lebih sulit.
“Kami tidak memainkan pertandingan yang buruk, tetapi memang sangat sulit ketika harus bermain dengan 10 pemain terlalu awal. Kami bermain bagus di babak kedua, mencetak gol penyeimbang, lalu ketika berupaya mencetak gol kedua, kami mendapatkan serangan balik dan kecolongan,” kata striker asal Spanyol itu.
Siverio juga menyoroti kartu merah yang berulang kali diterima PSMS dalam laga tandang. Menurut dia, persoalan tersebut harus segera dibenahi agar tidak menghambat target tim.
“Kami sudah memainkan tiga pertandingan tandang dan mendapatkan tiga kartu merah. Situasi ini sangat sulit untuk mencapai hasil yang kami harapkan. Kami harus memperbaiki kesalahan ini, dan saya rasa ke depannya akan menjadi lebih baik,” ucapnya.
Kekalahan ini membuat PSMS turun ke posisi kedua klasemen sementara Grup A dengan 10 poin. Sebaliknya, PSPS mengambil alih puncak klasemen dengan koleksi 12 poin. []























