ACEHFOOTBALL.net — Performa PSGC Ciamis belum stabil pada debutnya di Pegadaian Championship 2026/2027. Setelah menang 2-1 atas Persiku Kudus pada pekan keempat, Laskar Singacala justru dihajar Adhyaksa FC Bekasi 0-4 pada pekan kelima di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Sabtu (10/10/2026).
Zahaby Gholy membuka keunggulan Adhyaksa pada menit ke-26. Riki Dwi Saputro kemudian memborong dua gol pada menit ke-45 dan 62, sebelum Rudiyana melengkapi kemenangan tuan rumah pada menit ke-90+7.
PSGC harus menuntaskan pertandingan dengan 10 pemain setelah Faris Abdul menerima kartu kuning kedua pada menit ke-86. Gol terakhir Adhyaksa tercipta ketika tim tamu sudah kehilangan satu pemain.
Kekalahan telak tersebut membuat pelatih PSGC, Heri Kiswanto, meminta maaf kepada suporter dan masyarakat Ciamis. Ia mengakui hasil pertandingan jauh dari harapan meski tim telah melakukan persiapan.
“Saya memohon maaf kepada para suporter dan masyarakat Ciamis atas hasil pertandingan ini. Kami sudah berusaha memberikan perlawanan maksimal, tetapi hasilnya belum sesuai harapan,” ujar pelatih yang akrab disapa Herkis itu seusai pertandingan.
Mantan pelatih Persiraja ini menilai agresivitas Adhyaksa menjadi salah satu faktor yang menyulitkan timnya. Sejumlah kesalahan yang sebenarnya sudah dibahas dalam latihan kembali terjadi saat pertandingan.
“Kesalahan-kesalahan yang terjadi pada pertandingan sebelumnya sebenarnya sudah kami bahas dan coba antisipasi. Namun, situasi di lapangan memang berbeda. Permainan lawan cukup agresif sehingga ada beberapa situasi yang membuat kami kecolongan,” jelasnya.
Selain persoalan teknis, Herkis menyebut cuaca panas di Bekasi turut menguras stamina pemain, terutama pada babak kedua. Meski demikian, ia mengakui PSGC masih memiliki banyak kekurangan yang harus segera dibenahi.
“Kami harus mengakui bahwa masih banyak kekurangan yang perlu diperbaiki, baik dari sisi pertahanan maupun kombinasi permainan tim,” kata pelatih kelahiran Banda Aceh ini.
CEO PSGC Ciamis, Herdiat Sunarya, juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan pendukung tim. Ia berharap kekalahan tersebut menjadi pelajaran bagi seluruh elemen klub untuk memperbaiki penampilan.
“Pertama, saya menyampaikan mohon maaf kepada masyarakat Ciamis. Kekalahan ini tentu kita jadikan cambuk untuk semua. Berikutnya kita harus menang di pertandingan kandang lawan PSIS,” ujar Herdiat yang juga menjabat Bupati Ciamis.
PSGC kini mengalihkan perhatian ke pertandingan kandang melawan PSIS Semarang di Stadion Galuh, Ciamis, pada 17 Oktober mendatang. Herkis bertekad memanfaatkan laga tersebut untuk memperbaiki hasil dan merebut poin penuh.
“Ini jadi bahan evaluasi kami. Setelah ini, kami akan melakukan pembenahan agar bisa tampil lebih baik pada laga berikutnya, terlebih nanti kami bermain di Ciamis. Kami ingin mengambil poin penuh karena perjalanan kompetisi masih panjang,” ujarnya.
Herdiat turut mengajak masyarakat Ciamis dan suporter untuk terus memberikan dukungan langsung kepada tim di stadion.
“Datang terus ke stadion, dukung terus kami. Berikan support agar para pemain bisa tampil lebih baik lagi. Jangan biarkan pemain berjuang sendirian,” tuturnya.
Bagi PSGC, tantangan berikutnya bukan hanya membalas kekalahan, melainkan membuktikan bahwa tim mampu tampil lebih konsisten setelah hasil yang kontras dalam dua pertandingan terakhir. []






















