Bola Aceh

Calon Ketua Tak Akan Hadiri Kongres PSSI Aceh 3 Oktober

ACEHFOOTBALL.net — Calon Ketua PSSI Aceh periode 2026–2030, Muslim MS, SE., CPLA menyatakan tidak akan menghadiri Kongres Biasa Pemilihan Ketua PSSI Aceh yang dijadwalkan berlangsung di Hotel Safira, Kota Sigli, Kabupaten Pidie, Sabtu (3/10/2026).

Keputusan tersebut diambil Muslim sebagai bentuk kepatuhan terhadap surat PSSI Pusat yang meminta penghentian sementara tahapan dan pelaksanaan kongres PSSI Aceh.

Ketika menjawab acehfootball.net, Kamis (1/10/2026), Muslim menilai, panitia seharusnya mematuhi arahan federasi pusat sebelum melanjutkan agenda pemilihan kepengurusan PSSI Aceh.

“Bagaimana mungkin kita bisa menghadiri sebuah hajatan organisasi yang jelas-jelas sudah diminta untuk dihentikan sementara oleh PSSI Pusat? Surat dari Sekjen PSSI bersifat mengikat demi menegakkan Statuta,” kata Muslim saat dikonfirmasi media.

Menurut dia, apabila kongres tetap dilaksanakan, maka hasilnya berpotensi menimbulkan persoalan dari sisi aturan organisasi.

“Jika kongres di Sigli ini tetap dipaksakan berjalan, maka produk hukum dan hasil pemilihannya otomatis ilegal alias cacat organisasi. Saya memilih tidak hadir karena ingin menjaga marwah aturan sepak bola nasional, bukan memburu jabatan dengan cara menabrak regulasi,” ujarnya.

Keputusan Muslim tersebut muncul di tengah dinamika menjelang Kongres PSSI Aceh. Sejumlah anggota dan pemilik suara sebelumnya menyampaikan keberatan terhadap tahapan pemilihan, termasuk terkait proses verifikasi calon ketua.

Salah satu persoalan yang menjadi sorotan adalah lolosnya Nazir Adam sebagai calon ketua untuk periode ketiga. Muslim menyebut dinamika tersebut menunjukkan adanya kebutuhan untuk melakukan pembenahan dalam tata kelola organisasi PSSI Aceh.

Muslim yang juga merupakan anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Aceh mengaku selama ini tidak banyak dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan strategis organisasi.

“Kekecewaan ini bukan masalah personal, melainkan tentang transparansi. Sebagai Exco saja saya sering tidak dianggap, apalagi klub-klub di daerah,” katanya.

Ia menilai desakan perubahan dari pelatih dan insan sepak bola di Aceh perlu menjadi perhatian dalam proses suksesi kepemimpinan PSSI Aceh.

“Sepak bola Aceh butuh reformasi total, bukan kelanjutan status quo yang tidak membawa perubahan apa pun selama satu dekade terakhir. PSSI Pusat sudah menangkap sinyal bahaya ini, dan panitia di daerah seharusnya patuh, bukan justru melawan,” ujar Muslim.

Dengan keputusan tersebut, Muslim memastikan dirinya tidak akan hadir dalam Kongres Biasa Pemilihan PSSI Aceh yang telah dijadwalkan pada 3 Oktober 2026.

Dinamika tersebut menambah persoalan menjelang pelaksanaan kongres, terutama setelah adanya permintaan PSSI Pusat agar tahapan dan pelaksanaan kongres dihentikan sementara. []

Harian Aceh Indonesia
BINTANG
‹
›

Berita Terkait

Beri Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *