ACEHFOOTBALL.net — Persiraja Banda Aceh menghadapi ujian berat saat bertandang ke markas PSPS Riau pada pekan kedua Championship 2026/2027.
Bukan sekadar duel perebutan tiga poin, laga ini juga menjadi tantangan untuk memutus rekor buruk Persiraja setiap kali bermain di kandang PSPS.
Persiraja terakhir kali meraih kemenangan di markas PSPS pada 27 Juni 2019. Saat itu, Laskar Rencong membawa pulang kemenangan 2-1 dari Pekanbaru.
Menariknya, pelatih yang sukses memberi kemenangan perdana Persiraja di Pekanbaru tak lain pelatih PSPS saat inil Akhyar Ilyas.
Sejak kemenangan tersebut, Persiraja belum kembali mampu menaklukkan PSPS di kandangnya.
Rekor itu semakin menonjol dalam dua pertemuan tandang pada 2025. PSPS dua kali mengalahkan Persiraja dengan skor identik 1-0, masing-masing pada 11 Januari dan 11 Februari 2025.
Situasi tersebut membuat laga di Pekanbaru bukan pertandingan biasa bagi Persiraja. Tim asal Banda Aceh itu harus menghadapi catatan historis sekaligus atmosfer kandang PSPS yang selama beberapa musim terakhir menjadi salah satu hambatan utama mereka.
Namun, Persiraja memiliki modal dari pertemuan terakhir kedua tim. Pada 31 Januari 2026, Persiraja mampu mengalahkan PSPS 4-2 di Stadion H. Dimurthala.
Dua pekan kemudian, kedua tim kembali bertemu dan bermain imbang 1-1 di stadion yang sama.
Hasil tersebut menunjukkan persaingan kedua tim tetap ketat. Dalam sejumlah pertemuan terakhir, hasil imbang juga cukup sering terjadi. Pertemuan pada Oktober 2024 dan Januari 2025, misalnya, berakhir 1-1.
Meski demikian, persoalan terbesar Persiraja tetap berada di laga tandang. Sejak kemenangan 2-1 pada 2019, PSPS mampu mempertahankan keunggulan di markasnya ketika kembali menjamu Persiraja.
Kini, Persiraja kembali datang ke Pekanbaru dengan misi berbeda: membawa pulang poin sekaligus mengakhiri catatan panjang tanpa kemenangan di kandang PSPS.
Rekor masa lalu memang bukan jaminan hasil pertandingan. Namun, bagi Persiraja, sejarah tersebut menjadi catatan yang tak bisa diabaikan ketika dua raksasa Sumatra itu kembali berhadapan di kasta kedua sepak bola Indonesia. []





















