ACEHFOOTBALL.net — Kongres Biasa Pemilihan PSSI Aceh yang dijadwalkan berlangsung 3 Oktober 2026 mulai memunculkan pertarungan gagasan, termasuk kritik terhadap langkah petahana Nazir Adam yang kembali mencalonkan diri untuk periode ketiga.
Mantan pemain PSLS Lhokseumawe dan PSSB Bireun yang kini menjabat Ketua GALAKARYA Aceh, Iskandar Ali atau Tu Is, secara terbuka mempertanyakan kepemimpinan Nazir Adam selama dua periode terakhir.
Kritik Tu Is terutama diarahkan pada pembinaan pemain yang dinilainya belum memberikan hasil memuaskan bagi insan sepak bola Aceh.
“Dua periode telah terlewati dengan prestasi yang mengecewakan insan sepak bola Aceh, terutama dalam pembinaan pemain. Sehingga lebih tepat dikatakan bahwa sepak bola Aceh di bawah komando saudara Nazir mundur ke belakang,” ungkap Iskandar Ali, kepada acehfootball.net, Jumat (11/9/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah kontestasi perebutan kursi Ketua Umum Asprov PSSI Aceh periode 2026-2030.
Berdasarkan laporan acehfootball.net, tiga kandidat baru mendaftar dalam perebutan posisi tersebut, yakni Muslim atau Keuchik Muslim, Darmansyah, dan petahana Nazir Adam.
Pencalonan kembali Nazir untuk periode ketiga membuat kongres mendatang tidak hanya menjadi momentum memilih ketua baru, tetapi juga menjadi ruang bagi pemilik hak suara atau voters untuk menentukan arah kepemimpinan PSSI Aceh berikutnya.
Tu Is berharap para pemilik suara tidak menjadikan kongres sekadar agenda pergantian kepengurusan, tetapi mempertimbangkan rekam jejak dan kebutuhan sepak bola Aceh ke depan.
“Kita berharap yang punya suara di musyawarah Asprov PSSI berpikir lebih bijak untuk mencari figur baru yang lebih tepat untuk memimpin Asprov PSSI Aceh ke depannya,” tegas Tu Is.
Sorotan Tu Is juga menempatkan persoalan pembinaan pemain sebagai salah satu pekerjaan yang menurutnya perlu menjadi perhatian serius dalam kepemimpinan PSSI Aceh berikutnya.
Bagi dia, kongres menjadi momentum bagi para voters untuk menentukan apakah kepemimpinan lama kembali dilanjutkan atau Aceh membutuhkan figur baru dengan arah pembinaan yang berbeda.
Kritik tersebut kini menjadi bagian dari dinamika menjelang kongres. Tiga nama yang sudah mendaftar, masih berstatus bakal calon. Belum menjadi calon.
Peluang terdepak dari bakal calon juga besar, mengingat berkas yang masuk harus melewati pisau komite pemilihan. Setelah berkas tuntas, baru bisa menjadi calon.
Nazir sendiri sebagai petahana juga punya hal hak sama untuk mendaftar lagi untuk periode ketiga. Aturan organisasi sudah memungkinkan, incumbent, maju untuk periode ketiga masa jabatan.
Berdasarkan Statuta PSSI terbaru yang mengadopsi standar regulasi FIFA, masa jabatan maksimal untuk pengurus inti federasi sepak bola —baik di tingkat pusat (Ketua Umum) maupun di tingkat daerah (Ketua Asprov Provinsi)— diizinkan hingga maksimal 3 kali masa jabatan (3 periode).
Pembatasan ini dapat dijalankan secara berturut-turut maupun terpisah. Kongres biasa PSSI Aceh rencananya akan digelar pada 3 Oktober 2026. Suksesi ini akan menentukan siapa yang memegang kendali PSSI Aceh untuk periode 2026-2030. []























