ACEHFOOTBALL — Manajemen Persiraja berduka. Pasalnya, hari ini dua tahun lalu, tepatnya 16 Mei 2014, striker Laskar Rencong Akli Fairuz menghembus nafas terakhir.
Akli meninggal dunia Fairuz pada Jumat (16/5/2014) lalu setelah melewati masa kritis di Rumah Sakit Umum Zainal Abidin Banda Aceh (RSUZA).
Pemain asal Beureueh, Kabupaten Pidie ini meninggalnya bermula dari insiden dirinya yang berbenturan keras dengan kiper PSAP Sigli, Agus Rohman, pada laga Divisi Utama 2014 di Stadion H. Dimurthala, 10 Mei 2014.
Akli yang ingin menyambar bola muntah di depan gawang dihadang dengan keras oleh Agus. Bahkan, kaki Agus sampai menyambar perut pemain yang akrab disapa Gaston Geutanyoe-lantaran wajahnya sekilas mirip dengan striker mantan pacar Julia Perez itu.
Akibat benturan itu, diduga Akli mengalami luka dalam dan kantong kemihnya bocor. Tak pelak, Akli langsung meringis kesakitan. Sayang, pemain berusia 27 tahun itu tak langsung dilarikan ke rumah sakit.
Padahal, striker mereka sudah meringis kesakitan lantaran salah satu organ vital di tubuhnya mengalami luka. Ya, dia baru dilarikan ke rumah sakit usai pertandingan ketika matahari sudah mulai terbenam.
Setelah sampai di rumah sakit, perawatan intensif selama enam hari di rumah sakit Zainal Abidin memang diberikan kepada Akli. Tapi, tetap saja tak mampu menyelamatkan nyawa Akli yang mengembuskan nafas terakhir pada Jumat (16/5/2014) sekitar pukul 09.30 WIB.
Mengenang Akli Fairuz: 16 Mei 2014 – 16 Mei 2016, Alfatihah…@aceh_football @skull_persiraja @akhyarilyas pic.twitter.com/KbQVSeHIwB
— Persiraja Banda Aceh (@Persiraja) 16 Mei 2016
Mengenang peristiwa itu yang jatuh tepat hari ini, Manajemen Persiraja meliburkan latihan pemain satu hari. “Pemain baru akan latihan lagi pada Selasa sore. Kita masih merasakan duka yang mendalam atas meninggalnya Akli,” ujar Musri Idris, Wakil Ketua Persiraja.
Ia berharap, tragedi sepak bola seperti yang menimpa keluarga besar Persiraja tidak terulang lagi. “Termasuk hak-hak pemain. Insya Allah, kita akan berusaha keras tidak mengulangi apa yang sudah pernah terjadi. Kesejahteraan pemain tetap kita prioritaskan,” ujar Musri yang diamini manajer tim Teuku Nurmiadi Boy.
Editor: Indra



















Komentar