
ACEHFOOTBALL.com — Gubernur Aceh dr Zaini Abdullah memberi empat resep dalam menggali potensi sepak bola di tanah Rencong.
Hal itu diutarakan Gubernur dalam sambutannya yang dibacakan Staf Ahli Pemerintahan, Dr. Iskandar A Gani se-usai melakukan pelantikan dan pengukuhan pengurus ASSA periode 2015-2020 di Anjong Mon Mata, Banda Aceh, Senin (21/12/2015).
Berikut isi pidato lengkap Gubernur Aceh.
Kalau kita mengenang sepakbola Indonesia sekitar tahun 80-an, barangkali kita masih ingat saat itu kiblat sepakbola Indonesia tertuju ke Aceh setelah tim kebanggaan kita, Persiraja berhasil menjuarai Liga Perserikatan dengan mengalahkan Persipura Jayapura.
Untuk tingkat PON, Aceh juga pernah mencetak prestasi membanggakan ketika meraih Medali Perak PON XIII tahun 1993.
Namun pasca tahun 1995 hingga sekarang, terlihat kalau prestasi sepakbola tim senior Aceh seakan hancur lebur. Kita nyaris tidak mampu meraih tempat terhormat di tingkat nasional.
Padahal kalau berbicara soal potensi, bakat anak-anak Aceh tidak kalah dibanding daerah lain. Bahkan kita berani mengatakan bakat sepakbola anak Aceh unggul dibanding daerah lain.
Saya tidak ingin membangga-banggakan diri, tapi data ini bisa kita lihat dari hasil kompetisi untuk anak usia dini. Tahun 2012 misalnya, anak-anak Aceh berhasil keluar sebagai juara nasional Danone Cup yang akhirnya membawa mereka tampil mewakili Indonesia dalam kejuaraan Danone 2012 di Polandia. Dalam kejuaraan di Polandia itu, anak-anak mampu menduduki urutan 23 dari 40 negara.
Di tingkat pelajar, tim sekolah sepakbola pelajar Aceh beberapa kali mencatat prestasi membanggakan di tingkat nasional. Bahkan tim sepakbola pelajar Aceh berhasil meraih juara nasional tahun lalu pada kejurnas sepakbola antar Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar.
Fakta ini menunjukkan ada banyak bakat alam yang berkembang di tubuh anak-anak Aceh, khususnya dalam bidang sepakbola. Untuk menggali potensi itu, perlu kerja keras dan pembinaan yang terstruktur agar bakat-bakat itu bisa muncul ke permukaan.
Caranya ada empat tahap:
1. Memperbanyak kompetisi mulai dari desa hingga tingkat Kabupaten/Kota. Kompetisi itu harus diutamakan untuk tim usia anak-anak, pelajar dan remaja. Dari sini kita akan mampu menseleksi potensi-potesi hebat yang ada di daerah untuk dididik di tingkat Provinsi,
2. Mengasah dan membimbing mereka untuk memahami teknik sepakbola yang baik. Proses pelatihan ini bisa lewat sekolah sepakbola, diklat dan sebagainya.
3. Memberi mereka sebanyak mungkin pengalaman bertanding agar kemampuannya lebih tajam lagi.
4. Memberi mereka rangsangan agar mau mengukir prestasi terbaik. Rangsangan itu bisa dalam bentuk fasilitas beasiswa atau apa saja yang bisa mendorong mereka agar lebih ambisius meraih cita-cita dari sepakbola.
Keempat metode ini sudah diterapkan di sejumlah negara maju. Keberadaan sekolah sepakbola menjadi penting, karena inilah wadah pendidikan bagi teknik bermain sepakbola yang terbaik untuk atlit usia dini.
Di Negara-negara besar, termasuk di sejumlah kota di Indonesia, sekolah sepakbola berkembang sangat pesat dan terbukti telah banyak melahirkan atlit-atlit hebat di tingkat dunia. Kita berharap semangat ini bisa pula dibuktikan oleh sekolah sepakbola yang ada di Aceh .
ASSA kita harapkan bisa menjadi pintu gerbang bagi tercapainya harapan ini. Dengan keberadaan pengurus yang telah dilantik hari ini, kita berharap ASSA bisa membuat gairah bersaing dan berkompetisi di tingkat sekolah sepabola Aceh akan lebih meningkat.
Dengan kompetisi yang baik, Insya Allah kita akan bisa meraih prestasi yang terbaik sehingga kita kembali bisa mengarahkan kiblat sepakbola nasional berpindah ke Aceh seperti di masa lalu.
Karena itu, Usai pelantikan ini, saya berharap ASSA segera merancang menjalin kerjasama dengan berbagai pihak, termasuk sponsor dan pihak swasta.
Pemerintah Aceh siap mendukung langkah dan program ASSA ke depan demi perbaikan prestasi sepakbola di daerah kita. Yang penting perkuat organisasi ini, bangun koordinasi dengan semua sekolah sepakbola dan stakholder sepakbola di Aceh, dan rancanglah kompetisi yang berkualitas.
Reporter” Suman






Komentar