Tim Angkatan Muda Pembaruan Indonesia (AMPI) FC menunjukkan superioritasnya dalam kancah sepak bola amatir di Banda Aceh. Tahun ini, mereka mencatat tropi pertamanya.
Adalah turnamen Piala Kemerdekaan HUT RI Ke-70 yang digelar Kodam Iskandar Muda yang dijuarai AMPI FC. Di partai puncak mereka berhasil mengalahkan KDC Keutapang dengan skor 2-1 di lapangan Jasdam Neusu, Banda Aceh, Minggu (16/8/2015) sore.
Bermain di lapangan yang tergenangi air akibat hujan yang mengguyur Banda Aceh sejak pagi, membuat laga yang disaksikan ribuan penonton berlangsung menghibur.
Beberapa kali aliran bola terpaksa berhenti akibat hampir sekitar 60 persen area lapangan dipenuhi air. Operan bola dari kaki ke kaki serta peluang-peluang di depan gawang, tak bisa ditunjukkan ke dua tim.
Dalam laga puncak, skuat AMPI yang dimanageri Hendra-Hendri, menurunkan pemain-pemain handalnya. Cage, Kurniawan, Ikhwani, Syahril Wanda, Agus Lubuk, Safrizani, Syahru, Rahmad, Syakir Sulaiman, Asrul dan Septi mengisi starting line up.
Secara materi, tim AMPI di bawah instruksi Malvino terbilang lengkap. Pasalnya, tim Banda Aceh ini diperkuat pemain-pemain yang merumput di klub kompetisi Divisi Utama dan ISL.
Kondisi ini yang membuat Kurniawan dan kawan-kawan (dkk) tanpa kesulitan meladeni anak-anak Keutapang di babak pertama. KDC sendiri termasuk tim papan atas di kancah amatir untuk ukuran ibu kota provinsi.
Pemain depan AMPI, Asrul berhasil membuka skor dimenit 32 lewat tandukan saat menerima umpan matang Septi dari sisi kiri pertahanan KDC Keutapang.
Kemudian, pada menit ke-39, lagi-lagi Septi menjadi otak atas gol kedua Ampi yang dicetak oleh Syakir Sulaiman.
Umpan terobosan Septi, berhasil dimaksimalkan Syakir Sulaiman dengan cantik, yang tak dapat dihalau penjaga gawang KDC yang dikawal Fajar. Skor 2-0 bertahan hingga babak turun minum.
Di babak kedua, KDC keutapang yang diperkuat pemain gaeknya, Dahlan Jalil dan Wahyu AW, serta Randy yang merupakan alumni Paraguay langsung meningkatkan tempo permainannya.
Didukung kedua pemain yang kaya pengalaman, ditambah diperkuat beberapa pemain muda binaan KDC Keutapang, langsung bermain menyerang guna mengejar ketinggalan gol.
Alhasil, permainan semakin menarik. Kedua tim mulai jual beli serangan. Kokohnya penjaga gawang dari masing-masing tim membuat penonton yang memadati lapangan menjadi terhibur.
Memasuki masa injury time, Wahyu AW, yang telah mengantongi tiga gol, berhasil menambah koleksinya berkat gol yang ia lesakkan ke gawang AMPI yang dijaga Cage. Namun, Gol Wahyu AW itu merupakan gol penutup, karena tak lama kemudian wasit yang dipimpin Faulur Rossi meniup peluit panjang.
Jadi, untuk peraih top skor, Syakir Sulaiman harus menerima berbagi tempat untuk Mario (Raider 112) dan Wahyu AW (KDC) yang sama-sama menciptakan empat gol selama turnamen berlangsung.
Editor: Indra
Reporter: Deni Saputra



















Komentar