Legenda AC Milan, Marco van Basten mengatakan, tanggung jawab yang besar sebagai pelatih kepala membuat dirinya stress. Atas dasar itu dia bilang tidak nyaman menjadi seorang pelatih.
Pria berusia 50 tahun itu sebelumnya sempat menangani timnas Belanda, klub Eredivisie, Ajax, Heerenveen dan AZ Alkmaar.
Di Alkmaar, legenda AC Milan itu sempat turun jabatan menjadi asisten pelatih sebelum akhirnya mundur dari pekerjaannya karena masalah kesehatan.
“Saya tidak bahagia menjadi pelatih kepala. Tanggung jawab yang besar tidak membuat saya bahagia,” kata Van Basten kepada The Express.
“Saya telah menjadi pelatih selama 10 tahun dan saya berusaha untuk menjadi pelatih yang baik setiap harinya, tapi pada akhirnya saya merasa bahwa saya tidak mengatur semua hal dalam kendali saya dan saat hal itu terjadi, saya sangat tidak bahagia.”
“Saya berpikir untuk mundur dari permainan ini. Saya tidak bisa terima kekalahan dan pada akhirnya hidup saya tidak bahagia.”
Saat masih aktif sebagai pemain, Van Basten pernah meraih penghargaan Pemain Terbaik Eropa sebanyak tiga kali (1988, 1989, 1992). Dia juga pernah dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Dunia FIFA pada tahun 1992.
Kariernya sendiri terbilang singkat. Pada umur 29 tahun, dia sudah harus pensiun karena cederanya yang parah dan selalu kambuh. Bahkan, pada penghormatan terakhirnya di San Siro, markas Milan, Fabio Capello, pelatih Milan kala itu, sempat menangis.
Editor : Indra
Sumber: Sportsmole/Mcb











Komentar