Striker Meksiko, Javier Hernandez mengaku frustasi bermain sebagai pemain pinjaman di Real Madrid.
Meski demikian, pemain berjulukan Chicharito (kacang polong kecil) itu merasa jadi pemain yang lebih baik lagi akibat mendapat pengalaman tersebut.
Chicharito dipinjamkan ke Los Blancos di bursa transfer musim panas tahun lalu dengan opsi dibeli permanen setelah tak mendapat kesempatan bermain di bawah manajer Louis van Gaal.
Namun kepindahannya ke Spanyol justu setali tiga uang dengan kondisinya ketika berseragam The Red Devils.
Di Madrid, Chicharito hanya bermain sebanyak 23 kali di mana 16 kali sebagai pemain pengganti dan mampu mencetak sembilan gol. Manajemen tim asal Spanyol itu akhirnya tak memilih opsi membeli pemain asal Meksiko meski jadi pahlawan kemenangan Madrid atas Atletico di perempat final Liga Champions musim lalu.
Chicharito pun mengungkapkan perasaannya setelah menjalani satu musim yang kurang mengesankan di Madrid. “Gol saya ke gawang Atletico sedikit melepas dahaga setelah melewati tahun yang sulit dengan sangat sedikit peluang bermain,” curhatnya dilansir The hard tackle, Sabtu (20/6/2015).
“Itu sebuah pernyataan. Saya harus menghangatkan bangku cadangan lebih banyak. Waktu saya di Madrid hampir secara keseluruhan diisi dengan rasa frustrasi sebab saya selalu merasa tidak pernah berarti,” tambahnya.
Kendati demikian, ia sadar bermain dengan klub besar bakal memberikannya banyak pelajaran. Chicharito pun menilai sosok Cristiano Ronaldo adalah contoh yang pas melihat bagaimana seorang pemain bisa sukses karena kerja kerasnya.
“Cristiano adalah pemain hebat. Tidak ada kata-kata yang bisa menggambarkan dirinya. Dia adalah contoh nyata bahwa kerja keras setiap pemain pasti terbayar. Musim di Real Madrid adalah salah satu pengalaman yang memberi banyak pembelajaran. Ini membantu saya menemukan jati diri saya lagi,” pungkasnya.
Sumber: sindo


















Komentar