Terpuruknya persoalan sepakbola nasional, serta turunnya sanksi federasi sepakbola dunia (FIFA), kepada PSSI makin memperumit persoalan. Imbasnya, klub-klub di Indonesia termasuk Aceh kelimpungan.
Masalah finansial juga berpengaruh. Masalah akut di tubuh Persiraja yang tak kunjung selesai itulah, membuat Ketua Umum Persiraja Banda Aceh, Asri Soelaiman, mengambil sikap tegas. Dia menyatakan mengundurkan diri dari jabatannya itu.
“Saya sudah mengirim surat pengunduran diri kepada wali kota,” ujar Asri Soelaiman kepada wartawan, baru-baru ini.
Kata dia, alasan pengunduran diri karena tidak mendapat dukungan penuh dari Wali Kota Banda Aceh. “Mengingat Persiraja ini milik masyarakat Banda Aceh, maka dengan ini saya mengundurkan diri dan menyerahkan klub ini kepada wali kota,” ujar Asri.
Dalam surat pengunduran diri bertanggal 29 Mei 2015 yang ditujukan kepada Wali Kota Banda Aceh, Asri juga melampirkan satu berkas laporan pertanggungjawaban. Dalam berkas tersebut ikut dilampirkan juga pengajuan kerugian Persiraja kepada PT Liga Indonesia.
Dalam laporan itu, dia menyebutkan selama di bawah kendalinya, manajemen menerima dana sumbangan Rp78 juta, pinjaman pihak ketiga Rp97 juta. Sedangkan pengeluaran mencapai Rp239 juta lebih.
Terkait pengunduran diri itu, Asri juga meminta wali kota mencari atau menunjuk Ketua Umum Persiraja yang baru. “Pengajuan kerugian kepada PT Liga juga sudah saya kirim. Meski agak sulit, kita berharap dana itu cair untuk membayar utang,” sebutnya.
Asri mengaku dirinya dipiliih sebagai ketua umum pada Juli 2014 oleh Wali Kota Banda Aceh, Hj Illiza Sa’aduddin Djamal SE. Asri menjadi pilihan setelah banyak tokoh bola menolak menjadi ketua usai Musyawarah Luar Biasa Persiraja pada Sabtu, 26 April 2014.
Sumber: Wol






Komentar