• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Fans Menulis
  • Terms of use
  • Aturan Media Siber
Selasa, Maret 17, 2026
ACEHFOOTBALL.net
  • HOME
  • BOLA ACEH
  • BOLANESIA
  • LIGA DUNIA
  • FUTSAL
  • A-SPORT
  • ANALISIS
  • PERSIRAJA
  • FANTASY
  • TV
No Result
View All Result
ACEHFOOTBALL.net
Selasa, Maret 17, 2026
No Result
View All Result
ACEHFOOTBALL.net
No Result
View All Result

Garuda di Lorong Gelap Sepak Bola Indonesia

MW Kuba MW Kuba
Selasa, 02/06/2015 - 20:26 WIB
in Nasional, Opini, Sepakbola Indonesia
Share on FacebookShare on Twitter

Semenjak raihan trofi SEA Games 1991 di Manila, tiada lagi kisah indah di sepak bola Indonesia. Selama rentang dua dasawarsa, para pemain skuad Garuda tak lagi bisa melihat cahaya, seperti berada dalam lorong gelap tanpa harapan lantaran krisis gelar juara.

Namun, beruntunglah kita, Indonesia adalah negara yang tak habisnya mencintai sepak bola. Meski ribuan hujatan tak lagi mempan disematkan kepada PSSI, perjuangan timnas bakal terus mendapat apresiasi. Maklum, mereka berjuang demi secercah prestasi, bukan demi mempertahankan kursi petinggi.

Sebentar lagi, perjuangan timnas U-23 akan dimulai di SEA Games Singapura 2015. Segala kegembiraan dan harapan bakal tertumpah di sana. Namun, di sana pula bakal muncul curahan air mata dan duka. 11 negara ikut serta, tetapi hanya ada satu piala. Jika sudah begitu, perjuangan memang terasa amat sia-sia.

Namun, apa mau dikata, itulah sepak bola. Di dalam sepak bola tersimpan keringat, harapan, kegembiraan, serta kekecewaan. Toh, sepak bola itu seperti dunia, tempat di mana berbagai hal bisa diraih, tetapi juga tempat kegagalan bisa terjadi. Sejatinya, tak ada yang pasti dalam sepak bola.

INFO BOLALAINNYA

PSSI Gelar Piala Kemerdekaan di Medan, Ini Target Besarnya

PSSI Gelar Piala Kemerdekaan di Medan, Ini Target Besarnya

01/08/2025 - 09:08 WIB
PSSI Gelar Pelatihan Match Commissioner untuk Kompetisi 2025/26

PSSI Gelar Pelatihan Match Commissioner untuk Kompetisi 2025/26

31/07/2025 - 11:25 WIB
AFC Kabulkan Permintaan PSSI, Jadwal Timnas Indonesia Disesuaikan

AFC Kabulkan Permintaan PSSI, Jadwal Timnas Indonesia Disesuaikan

25/07/2025 - 19:55 WIB
PSSI: Indonesia Butuh 36 Ribu Pelatih, Baru Tersedia 15 Ribu

PSSI: Indonesia Butuh 36 Ribu Pelatih, Baru Tersedia 15 Ribu

23/07/2025 - 08:27 WIB

Italia saja bisa menjuarai Piala Dunia 2006, ketika federasi sepak bolanya tersangkut skandal Calciopoli. Spanyol yang menjadi favorit juara Piala Dunia 2014, justru gagal total, tak lagi bisa menari indah laiknya kupu-kupu Iberia lewat tiki-taka. Indonesia? Lebih baik tanyakan dulu kepada pengurus PSSI yang kini sedang disanksi FIFA.

Motivasi

“Kami merasa sedih. Namun, saya meminta pemain tetap semangat dan tampil maksimal demi menciptakan sejarah di situasi sulit seperti ini.” Begitu kata pelatih timnas U-23, Aji Santoso, mengomentari sanksi FIFA untuk Indonesia. Aji sadar betul satu-satunya cara agar pemainnya tetap bersemangat adalah menjaga motivasi.

Perjalanan Indonesia di cabang sepak bola SEA Games sejak beberapa tahun terakhir memang kerap dipenuhi kekecewaan. Teranyar, lihat saja ketika Ramdani Lestaluhu tertunduk lesu di tengah Stadion Zayyarthiri, Naypyidaw, Myanmar, menyaksikan para pemain Thailand berpesta seusai mengalahkan Indonesia 1-0 di partai final.

Semenjak 1991, raihan terbaik Indonesia hanya mampu meraih medali perak pada SEA Games 1999 di Brunei, 2011 di Jakarta, dan 2013 di Myanmar. Oleh karena itu, di tengah kekisruhan sepak bola nasional, harapan bakal kembali tertanam di pundak Evan Dimas dan kawan-kawan.

Di Grup A SEA Games, Indonesia tergabung bersama Singapura, Myanmar, Filipina, dan Kamboja. Melihat calon lawan, skuad Garuda Muda memang berpeluang lolos. Namun, ada beberapa ganjalan yang harus diperhatikan oleh Aji. Masalah mental pemain, misalnya, yang pasti terganggu lantaran sempat mengalami ketidakpastian bisa mengikuti SEA Games atau tidak karena sanksi FIFA.

Belum lagi, absennya Yohanes Ferinando Pahabol yang bisa menjadi masalah tersendiri. Pahabol batal berangkat ke Singapura karena tidak diizinkan tetua adat di kampungnya menyusul batalnya laga babak 16 besar Piala AFC antara Persipura dan klub Malaysia, Pahang FA.

Dengan demikian, posisi penyerang hanya menyisakan dua pemain, yakni Yandi Sofyan dan Muchlis Hadi Ning Syaifulloh. Hal ini tentunya bakal membuat Aji harus memutar otak untuk mengatasi persoalan produktivitas lini depan yang semenjak beberapa tahun terakhir selalu bermasalah.

Jika mampu lolos ke empat besar, timnas juga bakal kembali akan menghadapi cobaan berat. Maklum, calon kuat lawan mereka adalah Thailand, Vietnam, dan Malaysia, yang notabennya menjadi “raksasa” Asia Tenggara. Ketiga negara itu menempati di Grup B bersama Laos, Timur Lesta, dan Brunei Darussalam.

Semangat

Banyak bukti, sepak bola memang bukan rumus fisika. Kemenangan dalam sepak bola tidak cukup diraih hanya dengan mengandalkan prediksi atau kegigihan semata. Bisa jadi, nasib jugalah yang dapat menentukan hasil dari peluh keringat pemain yang berjuang mati-matian di lapangan.

Wajarlah jika muncul anggapan sepak bola seperti dunia yang tidak bisa ditebak. Orang boleh menjagokan Brasil juara, tetapi faktanya beberapa kali justru malanglah nasib mereka. Oleh karena itu, tak bisa disalahkan jika masyarakat Indonesia masih menyimpan asa di setiap perjuangan skuad Garuda.

Kali ini asa itu akan kembali tersimpan di langkah timnas U-23 yang bakal melakoni laga perdana Grup A SEA Games 2015 melawan Myanmar di Stadion Jalan Besar, Selasa (2/6/2015). Semoga motivasi dan semangat Evan Dimas dan kawan-kawan bisa terus terjaga di setiap laga. Semoga mereka juga dapat tetap fokus dan tak terlena dengan karut marut sepak bola Indonesia.

Lupakan sejenak sanksi FIFA untuk PSSI. Toh, jika para pengurus PSSI serius memperhatikan nasib pemain, sejak dulu tak ada lagi alasan kurangnya persiapan jika timnas menuai kegagalan di tiap turnamen luar negeri. Jika serius, sejak dulu pula tidak ada lagi masalah tunggakan gaji.

Harus diingat, mau beribu kali Kongres Luar Biasa digelar, akan tetap sia-sia jika tak ada ketulusan dari para pengurus itu membenahi sepak bola dengan hati. Oleh karena itu, biarkan mereka sibuk dengan urusannya sendiri. Bagi masyarakat Indonesia, di tengah kondisi sepak bola yang makin tak jelas arahnya ini, yang terpenting adalah terus mendukung talenta-talenta muda berjuang agar timnas tak lagi krisis prestasi.

Selamat berjuang, Garuda Muda!

sumber: kompas

Tags: timnas u 23
ShareTweetPin
Previous Post

Remy Beri Kemenangan Chelsea atas Sydney

Next Post

Dua Pemain Newcastle Dipecat Melalui Telepon

BERITA BOLA LAINNYA

Erick Thohir Serukan Pembersihan Praktik Pemain Titipan dalam Sepak Bola

Erick Thohir Serukan Pembersihan Praktik Pemain Titipan dalam Sepak Bola

20/07/2025 - 08:58 WIB
PSSI Gelar FIFA MA Course untuk Tingkatkan Kualitas Wasit

PSSI Gelar FIFA MA Course untuk Tingkatkan Kualitas Wasit

15/07/2025 - 22:09 WIB
PSSI dan FIFA Gelar Workshop dan Kamp Pemain Muda Serentak di Yogyakarta

PSSI dan FIFA Gelar Workshop dan Kamp Pemain Muda Serentak di Yogyakarta

12/07/2025 - 11:48 WIB
ILeague Hadir, Sepak Bola Indonesia Masuki Era Baru?

ILeague Hadir, Sepak Bola Indonesia Masuki Era Baru?

12/07/2025 - 10:06 WIB
Persiraja Berharap Ikut Piala Presiden, Ini Kata Manajemen

Jadwal Terbaru Piala Presiden 2025: Persib vs Port FC Jadi Laga Pembuka

19/06/2025 - 07:19 WIB
Kluivert: Kami Siap Tantang Jepang dengan Gaya Bermain Sendiri

Kluivert: Kami Siap Tantang Jepang dengan Gaya Bermain Sendiri

09/06/2025 - 20:03 WIB
Jepang Vs Indonesia: Laga Penentu Mental di Kualifikasi Piala Dunia 2026

Skuat Garuda Siap Tampil Maksimal Hadapi Jepang di Osaka

09/06/2025 - 19:59 WIB
Timnas Kembali Untuk Fokus Persiapan Lawan Bahrain

Jepang Vs Indonesia: Laga Penentu Mental di Kualifikasi Piala Dunia 2026

09/06/2025 - 19:52 WIB
Menjaga Marwah Sepak Bola Aceh, Integritas di Atas Segalanya

Menjaga Marwah Sepak Bola Aceh, Integritas di Atas Segalanya

09/06/2025 - 12:05 WIB
Kluivert Siapkan Strategi Tajam untuk Taklukkan China

Kluivert Siapkan Strategi Tajam untuk Taklukkan China

05/06/2025 - 11:02 WIB
Load More

Komentar

90 MENIT TERPOPULER

  • Putaran Ketiga Liga 2: Persaingan Promosi & Degradasi Kian Terbuka

    Putaran 3 Liga 2: Daftar Lawan Laga Kandang & Tandang 20 Klub

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nasib Liga 1 Tak Menentu, Persiraja Akan Pulang Ke Aceh

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gol Roket Juan Mera ke Gawang PSMS Jadi Yang Terbaik Januari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Presiden Borneo FC Nikahi Gadis Cantik Asal Pulau Dewata

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PSSI Gelar Pelatihan Match Commissioner untuk Kompetisi 2025/26

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

KLASEMEN

UPDATE TERBARU

Omid Popalzay Dipanggil Timnas Afghanistan Untuk FIFA Matchday

Omid Popalzay Dipanggil Timnas Afghanistan Untuk FIFA Matchday

12/03/2026
Gol Roket Juan Mera ke Gawang PSMS Jadi Yang Terbaik Januari

Gol Roket Juan Mera ke Gawang PSMS Jadi Yang Terbaik Januari

10/03/2026
Jong Aceh Soccer School Siap Gelar Trofeo Ramadhan Internal

Jong Aceh Soccer School Siap Gelar Trofeo Ramadhan Internal

10/03/2026
Jaya Hartono Akhirnya Bawa Persiraja Raih Tiga Poin

Jaya Hartono Akhirnya Bawa Persiraja Raih Tiga Poin

28/02/2026
Brace & Assit Connor Flynn Bantu Persiraja Bungkam Persikad

Brace & Assit Connor Flynn Bantu Persiraja Bungkam Persikad

28/02/2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Fans Menulis
  • Terms of use
  • Aturan Media Siber

© 2020 - CV. Pedagangkata Aceh Media (Pekame). Made with in Indonesia
Developed by PT. Harian Aceh Indonesia

No Result
View All Result
  • HOME
  • BOLA ACEH
  • BOLANESIA
  • LIGA DUNIA
  • FUTSAL
  • A-SPORT
  • ANALISIS
  • PERSIRAJA
  • FANTASY
  • TV
  • Login

© 2020 - CV. Pedagangkata Aceh Media (Pekame). Made with in Indonesia
Developed by PT. Harian Aceh Indonesia