Brigade untuk Kota Langsa (Brutal), fans fanatik PSBL mulai angkat bicara terkait permasalahan yang melanda kesebelasan kebanggaan masyarakat Langsa. Mereka tak ingin Elang Biru–julukan PSBL–semakin terpuruk karena diurus orang tak mengerti bola.
Berbagai kritik itu disampaikan Presiden Brutal, Muhammad Hadi setelah melihat tidak ada titik terang mengenai pembayaran tunggakan gaji pemain yang berlaga musim lalu. Sebagai tim yang berlaga di liga profesional, para pengurus seharusnya menyelesaikan tanggung jawab yang berkaitan dengan hak pemain. Mirisnya, kasus tunggakan gaji ini sudah dialami pemain selama dua musim. “Pemain sudah bertugas. Mereka berjuang keras di lapangan, sudah selayaknya hak mereka diberikan,” kata Hadi kepada Serambi, Jumat (16/1/2015).
Persoalan gaji ini dinilai dia sangat krusial pada masa depan tim. Apalagi beberapa waktu lalu seluruh mantan pemain sudah melaporkan kasus tunggakan gaji itu kepada PSSI dan APPI. Ia khawatir bila masalah gaji tak kunjung diselesaikan, ada sanksi untuk PSBL.
“Kami sangat takut tim ini dapat sanksi. Karena kami cinta dengan tim ini, tolong kepada pengurus segera selesaikan. Jangan sampai tim kebanggaan masyarakat Langsa gagal ikut kompetisi,” tandasnya.
Dalam amatannya, persoalan ini muncul karena ada sikap tak profesional dari oknum pengurus. “Jika tidak siap, jangan mau jadi manajer. Harus siap bekerja sampai kompetisi berakhir,” kata Hadi.
Brutal yang selalu setia mendampingi PSBL kala bertandang ke Medan juga menyoroti persiapan tim untuk kompetisi musim depan. Menurut Hadi belum terlihat persiapan serius dari pengurus untuk membentuk skuad tangguh, padahal pagelaran kompetisi tinggal hitungan mundur. Atas permasalahan ini, ia mengusulkan pengurus tetap memakai punggawa musim lalu, karena dianggap sudah berjasa menghidarkan PSBL dari degradasi.
Sumber: Tribunnews






Komentar