ACEHFOOTBALL.net — Persikad Depok harus segera bangkit setelah kalah dramatis 2-3 dari PSPS pada pekan ketujuh Pegadaian Championship 2026/27 di Stadion Pakansari, Bogor, Sabtu (24/10/2026) sore.
Pelatih Persikad, Achmad Zulkifli, meminta anak asuhnya menjadikan kekalahan menyakitkan tersebut sebagai pelecut untuk menghadapi pertandingan berikutnya.
“ mudah-mudahan hasil ini menjadi pembelajaran berharga buat kita karena perjalanan masih panjang, masih ada 20 game yang harus kita lewati. Ini menjadi pelecut untuk partai-partai berikutnya sehingga kita bisa lebih baik lagi,” kata Achmad Zulkifli.
Persikad sebenarnya memulai pertandingan dengan baik. Baru lima menit berjalan, Nico Fernando membawa tuan rumah unggul melalui tendangan keras yang membentur pemain PSPS sebelum masuk ke gawang.
Namun, PSPS mampu merespons dan membalikkan kedudukan. Persikad kemudian menunjukkan daya juang dengan menyamakan skor melalui penyelesaian akhir Gustavo Franca tepat sebelum turun minum.
Memasuki babak kedua, kedua tim terus melancarkan serangan demi mengamankan tiga poin. Persikad mendapat pukulan ketika Faisal Ramadoni menerima kartu kuning kedua pada pengujung pertandingan dan membuat tuan rumah harus bermain dengan 10 pemain.
Keunggulan jumlah pemain dimanfaatkan PSPS untuk meningkatkan tekanan. Upaya tim tamu akhirnya berbuah gol kemenangan melalui Antonio Gamaroni pada masa injury time. Persikad pun harus menerima kekalahan di hadapan pendukungnya sendiri.
Perwakilan pemain Persikad, Dolly Gultom, turut menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Depok dan suporter atas hasil tersebut. Ia memastikan para pemain akan melakukan evaluasi untuk memperbaiki penampilan pada laga berikutnya.
“Saya mewakili pemain meminta maaf untuk masyarakat Depok dan suporter. Kami akan introspeksi diri lagi untuk pertandingan ke depannya. Semoga ke depannya pertandingan akan meraih hasil yang lebih baik, tidak seperti kemarin-kemarin,” ujarnya.
Persikad kini harus segera mengalihkan fokus ke laga tandang melawan PSIS Semarang pekan depan. Waktu pemulihan dan persiapan yang terbatas membuat jajaran pelatih perlu segera membenahi kelemahan tim, terutama agar kehilangan poin pada menit-menit akhir tidak kembali terulang.
Laga melawan PSIS menjadi kesempatan bagi Serigala Margonda untuk bangkit sekaligus memperbaiki posisi di klasemen Championship 2026/27. [i]























