ACEHFOOTBALL.net — Kongres Biasa PSSI Aceh untuk memilih Ketua periode 2026–2030 resmi dibuka di Hotel Safira, Blang Paseh, Sigli, Kabupaten Pidie, Sabtu (3/10/2026).
Pembukaan dilakukan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Aceh, T. Banta Nuzullah, yang hadir mewakili Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah.
Kongres tersebut berlangsung di tengah keputusan PSSI Pusat yang sebelumnya meminta PSSI Aceh menghentikan sementara tahapan dan pelaksanaan kongres melalui surat Nomor 5656/PGD/582/IX-2026 tertanggal 24 September 2026.
PSSI menyebut keputusan itu diambil setelah mempertimbangkan dinamika yang berkembang di lingkungan PSSI Aceh serta masukan dari anggota dan pemangku kepentingan sepak bola Aceh.
Dalam sambutan Fadhlullah yang dibacakan Kadispora Aceh, Pemerintah Aceh menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kongres sebagai bagian dari proses organisasi dan pembinaan sepak bola di Aceh.
Pemerintah Aceh berharap seluruh rangkaian kongres berlangsung demokratis, tertib, sportif, transparan, serta mengedepankan semangat persaudaraan.
“Setelah seluruh proses selesai, yang harus kita kedepankan adalah kepentingan yang lebih besar, yaitu kemajuan sepak bola Aceh,” demikian pesan Wakil Gubernur Aceh dalam sambutannya.
Fadhlullah mengatakan sepak bola tidak hanya berkaitan dengan prestasi olahraga, tetapi juga memiliki peran dalam membangun karakter, kedisiplinan, kerja sama, dan sportivitas generasi muda.
Karena itu, kepengurusan PSSI Aceh periode 2026–2030 diharapkan mampu memperbaiki tata kelola organisasi, memperkuat pembinaan sepak bola usia dini dan usia muda, meningkatkan kualitas kompetisi, serta membuka ruang lebih luas bagi talenta lokal untuk berkembang.
Menurutnya, pembinaan sepak bola harus dilakukan secara berkelanjutan dan tidak hanya berorientasi pada hasil jangka pendek. Penguatan ekosistem sepak bola perlu mencakup sekolah sepak bola, klub, kompetisi usia muda, peningkatan kualitas pelatih dan wasit, hingga pembinaan atlet menuju level nasional.
Aceh, kata Fadhlullah, memiliki banyak talenta sepak bola yang perlu ditemukan, dibina, dan diberikan ruang untuk berkembang. Untuk itu, sinergi PSSI Aceh dengan KONI Aceh, pemerintah daerah, klub, lembaga pendidikan, dunia usaha, dan masyarakat dinilai penting.
Pemerintah Aceh juga berharap siapa pun yang nantinya memperoleh amanah sebagai Ketua PSSI Aceh periode 2026–2030 dapat merangkul seluruh elemen sepak bola dan menempatkan kepentingan sepak bola Aceh sebagai prioritas bersama.
Pembukaan kongres turut dihadiri perwakilan Exco PSSI Pusat, Juli Rahman, Wakil Pimpinan DPR Aceh Saifuddin Muhammad, Ketua Badan Legislasi DPR Aceh Irfansyah, Kapolres Pidie yang diwakili Wakapolres, Dandim Pidie, anggota DPRK Pidie, serta perwakilan Bupati Pidie.
Kongres ini menjadi agenda pemilihan kepengurusan PSSI Aceh periode 2026–2030. Sebelumnya, dua bakal calon, Muslim MS dan Darmansyah Putra, menyatakan tidak akan menghadiri kongres dengan merujuk pada surat PSSI Pusat yang meminta tahapan dan pelaksanaan kongres dihentikan sementara. []























