ACEHFOOTBALL.net — Dua klub promosi harus mengawali perjalanan mereka di Super League dengan hasil mengecewakan. Isenmulang Kalteng FC dan PSS Sleman sama-sama menelan kekalahan pada laga perdana kompetisi kasta tertinggi Indonesia tersebut.
Isenmulang Kalteng FC menjadi tim promosi yang paling terpukul setelah dihantam Arema FC dengan skor telak 0-4. Pertandingan berlangsung dengan dominasi Arema yang mampu memanfaatkan setiap momentum untuk membobol gawang tim asal Kalimantan Tengah tersebut.
Arema langsung membuka keunggulan ketika Johan Ahmat Farizi mencetak gol pada menit keenam. Hanya berselang delapan menit, Diego Luiz Landis menggandakan keunggulan Singo Edan menjadi 2-0.
Isenmulang berupaya merespons, tetapi kesulitan keluar dari tekanan. Menjelang babak pertama berakhir, Marcos Vinicius Silvestre Gaspar kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-45.
Keunggulan tiga gol membuat Arema semakin leluasa mengendalikan pertandingan selepas jeda. Isenmulang gagal memperkecil ketertinggalan hingga pertandingan memasuki lima menit terakhir.
Mauro Nils Zijlstra kemudian melengkapi kemenangan Arema melalui gol pada menit ke-85. Skor 4-0 bertahan hingga pertandingan berakhir.
Isenmulang sendiri merupakan wajah baru di Super League. Klub tersebut sebelumnya dikenal dengan nama Adhyaksa FC. Setelah berhasil naik kasta, manajemen melakukan perubahan nama menjadi Isenmulang Kalteng FC untuk menghadapi persaingan di level tertinggi.
Nasib serupa dialami PSS Sleman. Bermain menghadapi Bali United di kandang lawan, PSS harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor 1-2.
Bali United membuka keunggulan melalui Teppei Yachida pada menit ke-40. Saat pertandingan memasuki satu jam, Bali United mencetak gol penentu kedua pada menit ke-90 melalui Queven da Silva Inacio.
Dalam sisa waktu, PSS mencoba mengejar dan hanya mendapat gol lewat Melvyn Lorenzen pada menit ke-90.
Hasil tersebut membuat dua klub promosi sama-sama mengawali Super League tanpa poin. Isenmulang bahkan harus menerima kekalahan dengan margin empat gol, sementara PSS Sleman gagal membawa pulang poin setelah kebobolan pada menit-menit akhir.
Laga perdana ini sekaligus menjadi gambaran awal beratnya tantangan yang harus dihadapi kedua tim untuk bertahan di kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia. []

















