ACEFHTOOTBALL.net — Meski tidak ada klub Aceh yang menembus partai puncak Liga 4 Piala Presiden 2025/26 Putaran Nasional, talenta asal Tanah Rencong tetap mewarnai laga final.
Rijalul Akram terdaftar salah satu skuad Pesik Kuningan saat menghadapi Pasuruan United pada final yang digelar Sabtu (11/7/2026).
Laga tersebut mempertemukan dua wakil Pulau Jawa, yakni Pasuruan United (Jawa Timur) dan PESIK Kuningan (Jawa Barat).
Pertandingan ini sekaligus menjadi ulangan duel terakhir Grup A babak delapan besar, ketika Pasuruan United mengalahkan Pesik Kuningan 2-0 dan lolos ke semifinal sebagai juara grup.
Rijalul Akram mengaku telah bergabung dengan klub berjuluk Laskar Kuda Ciremai sejak putaran regional Liga 4 Jawa Barat.
“Sekitar bulan Oktober lalu,” kata Rijalul kepada acehfootball.net, Jumat (10/7/2026).

Pemain kelahiran 15 April 2005 asal Lampupok Baro, Kecamatan Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar itu sebelumnya memperkuat tim Elite Pro Academy (EPA) Persik Kediri U-20 setelah tampil bersama Persas Sabang di Liga 3 musim 2023.
Rijalul mengatakan perjalanan kariernya menuju Persik Kediri tidak lepas dari peran pelatih Ucok Budiman yang pernah membesut Persas Sabang.
“Coach Ucok yang membawa saya masuk tim EPA Persik Kediri,” ujar pemain jebolan Talenta Aceh FA itu.
Ketika Ucok Budiman bergabung sebagai asisten pelatih Dian Okta di PESIK Kuningan, Rijalul kembali mendapat kesempatan mengikuti sang pelatih ke klub tersebut.
“Di PESIK Kuningan, Coach Ucok jadi asisten pelatih Coach Dian Okta,” katanya.
Pemain yang mampu beroperasi di kedua sisi sayap itu mengaku rutin masuk dalam daftar susunan pemain meski persaingan di skuad cukup ketat.
“Alhamdulillah, kalau line-up selalu ada, cuma persaingannya ketat dengan senior-senior,” ujarnya.
Meski lebih sering memulai laga dari bangku cadangan, Rijalul tetap mendapat kepercayaan pelatih untuk tampil sesuai kebutuhan strategi tim.
“Itu juga sesuai dengan strategi pelatih,” katanya.
Menghadapi Pasuruan United di partai final, Rijalul berharap timnya mampu membalas kekalahan yang dialami pada babak delapan besar sekaligus merebut gelar juara.
Ia juga meminta dukungan dan doa masyarakat Aceh meski tidak ada wakil daerah yang tampil di final.
“Kami mohon doa masyarakat Aceh. Walaupun tidak ada tim Aceh di final, semoga saya bisa memberikan yang terbaik dan membawa pulang gelar juara,” ujarnya. []




















Komentar