ACEHFOOTBALL.net — Maroko semakin menegaskan statusnya sebagai salah satu kekuatan baru sepak bola dunia.
Setelah memastikan tiket ke babak 32 besar Piala Dunia 2026, para pemain Atlas Lions menegaskan bahwa ambisi mereka tidak berhenti hanya pada fase gugur.
Kiper utama Maroko, Yassine Bounou atau Bono, menilai timnya kini berada di jalur yang tepat untuk melanjutkan prestasi gemilang yang pernah mereka ukir di Piala Dunia 2022 di Qatar.
Maroko memastikan lolos dari Grup C setelah menundukkan Haiti 4-2 di Stadion Atlanta, Rabu (24/6/2026). Kemenangan tersebut menjadi catatan bersejarah karena untuk pertama kalinya Atlas Lions mampu mencetak empat gol dalam satu pertandingan Piala Dunia.
Hasil itu juga memperpanjang tren positif Maroko. Dalam dua edisi Piala Dunia terakhir, mereka telah mengoleksi lima kemenangan.
Jumlah tersebut melampaui total kemenangan yang diraih Maroko dalam seluruh partisipasi mereka sebelumnya di ajang empat tahunan itu.
Pelatih Mohamed Ouahbi menyebut timnya kini “beroperasi di level yang berbeda” dibandingkan beberapa tahun lalu. Kepercayaan diri itu juga dirasakan para pemain.
“Ini sesuatu yang sangat spesial dan sangat menyenangkan,” kata Bono kepada FIFA usai pertandingan melawan Haiti.
“Saya pikir sebagai tim kami terus berkembang, meskipun itu tidak selalu tercermin dalam hasil pertandingan. Kemenangan ditentukan oleh banyak faktor. Kami berharap keberuntungan berpihak kepada kami sehingga bisa melangkah lebih jauh,” tambahnya.
Bono merupakan salah satu saksi transformasi sepak bola Maroko dalam beberapa tahun terakhir. Ia tampil di Piala Dunia 2018 ketika Maroko masih dianggap sebagai tim pelengkap, kemudian menjadi bagian penting saat Atlas Lions menciptakan sejarah dengan menembus semifinal Piala Dunia 2022 di Qatar.
Kini, Maroko datang ke Piala Dunia 2026 bukan lagi sebagai kuda hitam, melainkan tim yang percaya diri mampu bersaing dengan negara-negara elite dunia.
Keberhasilan tersebut tidak hanya ditopang oleh para pemain senior. Maroko saat ini diperkuat generasi muda yang sangat menjanjikan. Sebanyak 14 pemain dalam skuad mereka lahir pada tahun 2000 atau setelahnya.
Menariknya, hanya Azzedine Ounahi dan Bilal El Khannouss yang pernah merasakan langsung perjalanan bersejarah Maroko menuju semifinal Piala Dunia 2022. Selebihnya merupakan wajah-wajah baru yang sedang menorehkan kisah mereka sendiri.
Pelatih Mohamed Ouahbi memahami betul kualitas generasi muda tersebut. Sebelum menangani tim senior, ia sukses membawa Maroko menjuarai Piala Dunia U-20 2025 di Chile.
Salah satu pemain muda yang menjadi andalan adalah bek tengah Crystal Palace, Chadi Riad. Pemain berusia 23 tahun itu tampil sebagai starter dalam seluruh pertandingan Maroko di fase grup.
“Kami sedang melakukan hal-hal hebat dan semua orang bergerak ke arah yang sama. Saya sangat bahagia dan bangga terhadap tim ini,” ujar Riad.
Menurutnya, keberhasilan generasi 2022 menjadi sumber inspirasi bagi para pemain muda Maroko saat ini.
“Mereka melakukan pekerjaan luar biasa pada 2022 dan menjadi panutan bagi kami. Kami tidak ingin berada di bawah pencapaian mereka. Kami ingin menjadi seperti mereka. Kami memang tim muda, tetapi kami memiliki ambisi yang sangat besar,” katanya.
Pandangan serupa juga disampaikan Bono. Kiper berpengalaman itu menilai semangat juang generasi baru Maroko tidak berbeda dengan skuad yang menciptakan sejarah empat tahun lalu.
“Dalam pertandingan yang kami jalani, Anda bisa melihat para pemain bermain dengan penuh hati, sama seperti yang kami lakukan pada 2022,” ujarnya.
“Tim ini masih memiliki karakter yang sama. Tugas kami para pemain senior adalah terus menularkan semangat itu dan berharap hasil yang baik akan mengikuti.”
Perjalanan Maroko memang menunjukkan perkembangan yang konsisten. Saat Ouahbi menjalani laga debut sebagai pelatih tim U-20 Maroko pada Maret 2022 dalam laga persahabatan melawan Rumania, sejumlah pemain seperti Redouane Halhal, Chadi Riad, dan Bilal El Khannouss sudah menjadi bagian dari tim.
Empat tahun kemudian, ketiganya tampil sebagai starter saat Maroko mengalahkan Haiti 4-2 dan memastikan langkah ke babak 32 besar Piala Dunia 2026.
Dengan perpaduan pengalaman dan darah muda yang menjanjikan, Atlas Lions kini tidak sekadar ingin mengulang pencapaian bersejarah di Qatar. Mereka datang dengan keyakinan bahwa batas kemampuan Maroko masih jauh lebih tinggi.




















Komentar