ACEHFOOTBALL.net — Wasit terbaik Afrika 2025, Omar Abdulkadir Artan, mendapat sambutan hangat dari ratusan pendukung dan pejabat pemerintah saat tiba kembali di Mogadishu, Somalia, Rabu (10/6/2026), setelah gagal bertugas di Piala Dunia 2026 akibat ditolak masuk ke Amerika Serikat.
Ratusan warga, pejabat pemerintah, serta komunitas sepak bola Somalia telah memadati Bandara Internasional Aden Adde sejak pagi hari untuk menyambut kepulangan Artan.
Saat keluar dari pesawat sekitar pukul 08.30 waktu setempat, Artan langsung dikerumuni pendukung yang mengibarkan bendera Somalia dan menyelimutinya dengan bendera nasional sebagai bentuk penghormatan.
Dalam sambutannya di hadapan para pendukung, Artan berjanji akan bangkit dan berupaya mewujudkan mimpinya tampil di Piala Dunia edisi berikutnya.
“Saya berjanji, insya Allah, akan hadir pada kesempatan berikutnya. Saya ingin masyarakat Somalia tetap tenang dan percaya diri,” ujar Artan.
Setelah itu, ia dikawal menuju terminal VIP bandara untuk bertemu Menteri Pemuda dan Olahraga Somalia, pejabat Federasi Sepak Bola Somalia, serta sejumlah tokoh olahraga lainnya.
Artan sebelumnya dijadwalkan menjadi wasit Somalia pertama yang memimpin pertandingan Piala Dunia setelah namanya masuk dalam daftar resmi FIFA untuk turnamen 2026.
Ia juga merupakan penerima penghargaan Wasit Pria Terbaik Afrika 2025 dari Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF).
Namun, impian tersebut kandas setelah ia ditolak masuk oleh otoritas imigrasi Amerika Serikat saat tiba di Bandara Internasional Miami pada Sabtu (7/6/2026).
Dalam wawancara dengan media Amerika Serikat, Artan mengaku menjalani pemeriksaan selama sekitar 11 jam oleh petugas perbatasan.
Ia ditanya mengenai tujuan perjalanannya, kondisi politik Somalia, hingga kelompok militan Al-Shabaab.
Artan mengatakan dirinya telah menunjukkan dokumen resmi FIFA serta rekam jejak kariernya sebagai wasit internasional.
Namun setelah pemeriksaan, ia ditempatkan di ruang tahanan sementara sebelum dipulangkan melalui Istanbul, Turki.
“Saya rasa mereka memiliki masalah dengan negara saya,” kata Artan.
Menurutnya, ia telah memiliki visa dan dokumen perjalanan yang lengkap, namun tidak pernah diberi penjelasan resmi mengenai alasan penolakan tersebut.
FIFA menyatakan tidak terlibat dalam urusan imigrasi negara tuan rumah dan telah menerima informasi dari otoritas Amerika Serikat bahwa status Artan tidak akan berubah untuk saat ini.
Kementerian Pemuda dan Olahraga Somalia menyebut pihaknya bersama Kedutaan Besar Somalia di Amerika Serikat masih berupaya mencari solusi agar Artan dapat kembali memperoleh kesempatan bertugas pada ajang internasional mendatang.
Kasus Artan menjadi sorotan karena tergolong langka. Penolakan terhadap seorang wasit yang telah ditunjuk FIFA untuk bertugas di Piala Dunia hampir tidak pernah terjadi dalam sejarah turnamen tersebut.
Di sisi lain, kebijakan imigrasi Amerika Serikat terhadap sejumlah negara, termasuk Somalia, juga memunculkan kekhawatiran menjelang Piala Dunia 2026.
Sejumlah pengamat menilai pembatasan perjalanan berpotensi memengaruhi kehadiran suporter, ofisial, maupun perangkat pertandingan dari negara-negara yang masuk dalam daftar pembatasan.
Sementara itu, seorang pejabat Amerika Serikat yang enggan disebutkan namanya mengatakan Omar Artan ditolak masuk karena diduga memiliki keterkaitan dengan anggota organisasi yang dicurigai terlibat dalam aktivitas terorisme.
Namun, pejabat tersebut tidak menjelaskan lebih lanjut dasar tuduhan tersebut karena alasan kerahasiaan data visa.
Direktur Eksekutif Gugus Tugas FIFA Gedung Putih, Andrew Giuliani, juga menyatakan bahwa penolakan terhadap Artan dilakukan karena “alasan yang sangat baik”, meski ia tidak mengungkapkan rincian lebih lanjut.





















Komentar