Pelatih kepala tim Pra PON Aceh, Jessi Mustamu mengingatkan anak asuhnya untuk bekerja keras. Kerja keras menjadi syarat mutlak bagi pemain yang akan dipilih selama mengikuti seleksi.
“Ini bukan klub, tapi ini tim milik Aceh yang semua mata akan menyorotinya,” sebut kepada ACEHFOOTBALL.com, di sela-sela seleksi pemain Pra PON Aceh di Lapangan Sintetis. Lhong Raya, Banda Aceh, Sabtu (22/8/2015).
Karena itu, dia ingin skuad yang terpilih membela tanah Rencong di PON nanti, harus yang benar-benar siap dalam segala hal. “Sebab, saat kompetisi tidak ada, semua mata warga Aceh akan beralih pada tim Pra PON ini,” sebutnya.
Dalam kerjanya, Jessi yang juga pernah melatih PS Batam, Persibat Batang, PSCS Cilacap ini akan dibantu Sulaiman Romario, Akhyar Ilyas (Asisten Pelatih) dan Sisgiardi pelatih kiper. Direktu teknik dipercaya kepada pelatih senior Anwar.
Sementara Manajer tim Pra PON Aceh, Fakhrurrazi H Cut alias F Rozi juga punya pendapat yang sama. “Dengan waktu efektif latihan selama dua bulan, dibutuhkan kerja keras para pemain, itu mutlak,” ungkapnya.
Pada sisi lain, dia juga ingin dukungan dari berbagai pihak, terutama pemerintah dalam mensukseskan cabang sepak bola. Dari segi finansial, KONI memberi jatah pemusatan latihan selama satu bulan.
Untuk diketahui, sepakbola Pra PON Aceh seperti diketahui harus terlebih dahulu melewati babak kualifikasi di Grup A, menghadapi Sumut, Sumbar, Riau dan Kepri. Nantinya hanya juara grup A dan B otomatis lolos ke PON XIX Jabar 2016.
Berdasarkan regulasi yang dikeluarkan PB PON, pemain yang memperkuat tim PON boleh pemain profesional yang maksimal kelahiran 1 Januari 1993. Sepakbola di PON, memang menggunakan syarat umur.








Komentar