ACEHFOOTBALL.net — Pegadaian Championship 2026/27 baru berjalan empat pekan, tetapi kursi pelatih sudah mulai berguguran.
Sedikitnya empat pelatih kepala telah diberhentikan klub di tengah perjalanan kompetisi, terakhir Hendri Susilo yang resmi mengakhiri kerja sama dengan PS Barito Putera
Selain Hendri, tiga pelatih lainnya yang lebih dulu kehilangan jabatan adalah Andri Ramawi di Persipura Jayapura, Jaya Hartono di Persiraja Banda Aceh, dan Nil Maizar di Semen Padang.
Keputusan klub-klub tersebut menunjukkan ketatnya persaingan Championship musim ini. Evaluasi terhadap kinerja tim mulai dilakukan lebih awal, bahkan ketika kompetisi baru memasuki pekan keempat.
Barito Putera menjadi klub terbaru yang mengambil keputusan besar. Manajemen Laskar Antasari resmi mengakhiri kerja sama dengan Hendri Susilo sebagai pelatih kepala. Tidak hanya Hendri, Barito juga melepas pelatih fisik Yulian Syahreva.
Owner PS Barito Putera, Hasnuryadi Sulaiman, mengatakan keputusan tersebut diambil setelah manajemen melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap perjalanan tim sejak kompetisi dimulai.
“Ini sesuai dengan hasil evaluasi dari pihak manajemen. Kami sudah melihat dan mempertimbangkan perjalanan tim sampai dengan pekan keempat kompetisi,” ujar Hasnuryadi, Selasa (6/10/2026).
Hasnuryadi menegaskan, keputusan tersebut bukan semata-mata akibat satu hasil pertandingan. Manajemen mempertimbangkan perjalanan tim secara keseluruhan hingga pekan keempat.
Meski harus mengakhiri kerja sama lebih awal, Hasnuryadi tetap memberikan apresiasi kepada Hendri Susilo yang dinilai telah berkontribusi dalam membangun dan mempersiapkan Barito Putera menghadapi musim 2026/27.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kerja keras Coach Hendri yang selama ini sudah membantu membangun tim Barito Putera. Kami mendoakan semoga beliau selalu sukses dalam perjalanan kariernya ke depan,” tuturnya.
Hasnuryadi juga menegaskan berakhirnya hubungan profesional tersebut tidak memutus hubungan kekeluargaan Hendri dengan keluarga besar Barito Putera.
“Karena sekali keluarga, selamanya adalah keluarga Barito Putera,” tegasnya seperti dilansir ileague.id.
Manajemen Barito Putera selanjutnya akan menentukan sosok yang mengisi posisi pelatih kepala. Pergantian tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperbaiki performa tim dan menjaga peluang bersaing pada sisa musim.
Manajemen juga meminta dukungan Barito Fans dan masyarakat Kalimantan, khususnya masyarakat Banua, agar tetap memberikan energi positif kepada tim.
“Mohon doa dari seluruh masyarakat Banua tercinta, semoga Barito Putera bangkit dan berprestasi,” pungkas Hasnuryadi.
Empat Pelatih Tumbang
Hingga pekan keempat, empat pelatih kepala tercatat sudah kehilangan jabatan di Championship 2026/27.
Andri Ramawi menjadi pelatih pertama yang diberhentikan dari Persipura Jayapura. Setelah itu, Jaya Hartono berpisah dengan Persiraja Banda Aceh, disusul Nil Maizar yang tidak lagi menangani Semen Padang.
Hendri Susilo kemudian menjadi nama keempat setelah Barito Putera melakukan evaluasi terhadap perjalanan tim.
Fenomena tersebut menjadi gambaran betapa ketatnya tuntutan hasil di Championship musim ini. Klub tidak hanya menilai satu pertandingan, tetapi juga melihat perkembangan tim secara keseluruhan dalam beberapa pekan awal.
Di tengah empat pergantian pelatih tersebut, Persela Lamongan justru menunjukkan situasi berbeda. Tim yang ditangani Bima Sakti tampil sempurna hingga pekan keempat dengan menyapu bersih empat pertandingan melalui empat kemenangan.
Persela juga menunjukkan pertahanan yang solid. Dari empat laga, Laskar Joko Tingkir telah mencetak 10 gol dan belum sekali pun kebobolan.
Kontras tersebut membuat awal Championship 2026/27 tidak hanya diwarnai persaingan di papan klasemen, tetapi juga pertaruhan besar di kursi pelatih.
Baru empat pekan berjalan, empat pelatih sudah tumbang, sementara sejumlah pelatih lainnya mulai menghadapi tekanan untuk segera membawa tim meraih hasil positif. []























