ACEHSPORT — Pengurus Provinsi (Pengprov) Pickleball Aceh menggelar Kejuaraan Daerah (Kejurda) perdana 2026 sebagai bagian dari upaya memenuhi persyaratan untuk mendapatkan pengakuan dan legalitas sebagai anggota KONI Aceh.
Kejurda berlangsung di Lapangan Distanbun Aceh, Minggu (4/10/2026), dan diikuti peserta dari sejumlah kabupaten/kota.
Ketua Harian Pickleball Aceh Muhammad Adam mengatakan, Kejurda tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat perkembangan olahraga pickleball sekaligus memenuhi persyaratan organisasi.
Menurutnya, pickleball kini telah berkembang di sejumlah daerah di Aceh. Dari yang sebelumnya masih terbatas, olahraga tersebut kini telah memiliki pengurus cabang di 15 kabupaten/kota.
“Pickleball memang salah satu olahraga yang belum begitu meriah. Namun, kita terus berupaya mengembangkan olahraga ini di kabupaten/kota,” ujar Muhammad Adam.
Ia menjelaskan, untuk mendapatkan pengakuan dan legalitas dari KONI Aceh, pickleball harus memenuhi sejumlah persyaratan, termasuk perkembangan organisasi dan keberadaan kepengurusan di kabupaten/kota.
Adam optimistis dengan dukungan berbagai pihak, pickleball dapat berkembang lebih luas dan menjadi salah satu olahraga yang diminati masyarakat Aceh.
“Rezeki Allah mudahkan. Mudah-mudahan kita bisa terus mengembangkan pickleball di kabupaten/kota, sehingga olahraga ini semakin dikenal dan diminati masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum II Bidang Organisasi KONI Aceh Rayuan Sukma yang membuka Kejurda tersebut mengapresiasi langkah Pengprov Pickleball Aceh dalam mengembangkan organisasi dan menggelar kejuaraan daerah.
Ia mengatakan pelaksanaan Kejurda menjadi salah satu bagian penting dalam proses pemenuhan persyaratan pengakuan organisasi olahraga di bawah KONI.
“Sudah dilakukan Kejurda. Salah satu syaratnya adalah memiliki 50 plus 1. Hari ini saya katakan sah,” kata Rayuan Sukma dalam sambutannya.
Menurut Rayuan, menggelar Kejurda bukan pekerjaan mudah. Kegiatan tersebut membutuhkan kesiapan organisasi, atlet, pengurus kabupaten/kota, serta dukungan berbagai pihak.
“Kearifan cabang olahraga, kita buat Kejurda. Membuat Kejurda itu tidak mudah,” ujarnya.
Ia berharap Kejurda perdana tersebut menjadi langkah awal bagi Pickleball Aceh untuk terus berkembang dan berkontribusi dalam pembinaan olahraga prestasi di Aceh.
Rayuan juga menyinggung persiapan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII yang akan berlangsung di NTB. KONI Aceh menargetkan kontingen Aceh dapat masuk 10 besar dan meminta seluruh cabang olahraga bekerja keras mendukung pencapaian target tersebut.
Menurutnya, perkembangan setiap cabang olahraga di Aceh perlu dipersiapkan secara serius agar mampu melahirkan atlet berprestasi.
Selain sebagai bagian dari pemenuhan persyaratan organisasi, Kejurda Pickleball Aceh 2026 menjadi ajang evaluasi pembinaan sekaligus penjaringan atlet potensial untuk menghadapi kompetisi di tingkat yang lebih tinggi. []























