ACEHFOOTBALL.net — Persaingan di Grup 2 Pegadaian Championship 2025/26 benar-benar memasuki titik didih. Sementara Persipura memimpin.
Setiap tim di papan atas kini saling sikut, dengan selisih poin dan gol yang begitu tipis hingga satu hasil saja bisa langsung mengubah peta klasemen secara drastis.
Hasil pertandingan pekan ke-25 semakin menegaskan betapa rapuhnya posisi di papan atas. Persipura Jayapura sukses memanfaatkan momentum sebagai tuan rumah dengan menundukkan PSIS Semarang 3-1.
Tambahan tiga poin mengantar Mutiara Hitam ke puncak klasemen sementara dengan koleksi 50 poin.
Namun, posisi tersebut jauh dari kata aman. PS Barito Putera yang berada di peringkat kedua gagal mengambil alih puncak setelah hanya bermain imbang 3-3 melawan Persiba Balikpapan.
Padahal, kemenangan akan langsung mengubah peta persaingan.
Hasil imbang itu membuat Barito harus puas tetap berada di bawah Persipura, dengan posisi yang rawan digeser. Ancaman terbesar datang dari PSS Sleman yang belum memainkan laga pekan ke-25.
Jika mampu meraih kemenangan, Super Elang Jawa berpeluang besar merombak susunan klasemen dalam sekejap.
Ketatnya persaingan semakin diperparah oleh selisih gol yang sangat tipis. Bahkan, perbedaan satu gol saja kini bisa menjadi pembeda antara posisi puncak dan peringkat di bawahnya.
Situasi ini membuat setiap laga terasa seperti partai final.
Di tengah panasnya perebutan papan atas, Persela Lamongan mencatat kemenangan paling mencolok pekan ini dengan menghajar Persipal BU 7-1.
Hasil tersebut tak hanya menambah poin, tetapi juga memperbaiki selisih gol secara signifikan—faktor krusial dalam persaingan seketat ini.
Kini, setiap tim tak hanya dituntut menang, tetapi juga menang dengan margin yang cukup. Sebab di Grup 2, klasemen tidak lagi sekadar soal poin, melainkan juga soal efektivitas dan ketajaman.
Dengan sisa pertandingan yang semakin sedikit, tekanan kian meningkat. Satu kesalahan kecil bisa berujung fatal, sementara satu kemenangan bisa mengangkat tim ke puncak.
Grup 2 benar-benar menjadi arena pertarungan tanpa ruang aman—siap meledak kapan saja.





















Komentar