ACEHFOOTBALL.net — Rencana besar Sumsel United runtuh hanya dalam hitungan menit. Gol cepat Persiraja Banda Aceh di awal pertandingan menjadi pukulan telak yang sulit dipulihkan tim tamu.
Akhirnya Laskar Rencong menang meyakinkan 2-0 dalam lanjutan Pegadaian Championship 2025/2026 di Stadion H. Dimurthala, Lampineung, Sabtu (4/4/2026) malam.
Pertandingan baru berjalan empat menit ketika publik Lampineung bersorak. Asgal Habib sukses membobol gawang Sumsel United lewat serangan cepat yang mengejutkan lini belakang lawan.
Gol kilat tersebut bukan hanya membuka keunggulan Persiraja, tetapi juga langsung mengacaukan ritme permainan tim tamu.
Setelah unggul cepat, Persiraja tampil semakin percaya diri. Tim tuan rumah mampu mengendalikan tempo pertandingan sambil terus menekan pertahanan Sumsel United yang terlihat kesulitan keluar dari tekanan.
Sumsel United sempat mencoba merespons melalui beberapa upaya serangan balik, namun rapatnya pertahanan Persiraja membuat peluang mereka tidak berkembang menjadi ancaman serius.
Kemenangan Persiraja akhirnya dipastikan pada menit ke-76. Fitra Ridwan sukses menggandakan keunggulan Laskar Rencong setelah memanfaatkan situasi di depan gawang lawan.
Gol tersebut sekaligus menutup harapan Sumsel United untuk mencuri poin di Banda Aceh.
Asisten pelatih Sumsel United, Amirul Mukminin, mengakui timnya kesulitan bangkit setelah tertinggal cepat, terlebih ketika beberapa pemain kunci tidak bisa melanjutkan pertandingan.
“Kami kehilangan beberapa pemain kunci, terutama di babak pertama, dan itu cukup memengaruhi ritme permainan kami,” ujar Amirul usai laga.
Situasi semakin sulit bagi tim tamu ketika salah satu pemainnya, Nathan, mengalami cedera. Kondisi tersebut memaksa tim pelatih melakukan pergantian lebih cepat dari rencana awal.
“Pergantian pemain dilakukan karena kondisi mereka tidak memungkinkan untuk dipaksakan bermain. Itu demi kebaikan pemain dan tim,” jelasnya.
Amirul juga menilai gol cepat Persiraja menjadi momen krusial yang memengaruhi mental para pemainnya. Kesalahan di lini pertahanan serta hilangnya fokus saat mendapat tekanan membuat Sumsel United sulit keluar dari situasi tersebut.
“Gol cepat itu sangat berdampak. Ada kesalahan di pertahanan dan kami kehilangan fokus saat ditekan,” katanya.
Sementara itu, pemain Sumsel United Hafit mengaku kecewa dengan hasil yang diraih timnya. Meski demikian, ia menegaskan bahwa timnya tidak akan larut dalam kekecewaan.
“Kami tentu kecewa, tapi kami harus bangkit. Masih ada pertandingan selanjutnya,” ujarnya.
Ia menambahkan, Sumsel United bertekad menebus hasil buruk tersebut dengan memaksimalkan dua laga kandang yang tersisa.
“Kami tidak akan kehilangan semangat. Masih ada dua pertandingan kandang penting, dan kami akan berusaha memenangkan keduanya,” tegasnya.





















Komentar