ACEHFOOTBALL.nett — Persiraja Banda Aceh U19 harus mengawali langkahnya di EPA Championship U19 2026 dengan hasil kurang memuaskan.
Dikutip dari ileague.id, menghadapi Sumsel United U19, Laskar Rencong Muda takluk dengan skor 0-2 dalam laga perdana yang berlangsung Rabu pagi (1/4/2026).
Meski kalah, Persiraja U19 sebenarnya mampu memberikan perlawanan cukup sengit, terutama sepanjang babak pertama.
Tim asuhan pelatih Yudi Supriatna tampil berani menyerang dan beberapa kali menciptakan peluang berbahaya.
Sejumlah kesempatan emas sempat dimiliki pemain Persiraja, namun penyelesaian akhir yang kurang maksimal membuat peluang tersebut gagal berbuah gol.
Salah satu peluang terbaik datang dari Syuhada yang dua kali sudah berhadapan langsung dengan penjaga gawang lawan, tetapi belum mampu dikonversi menjadi gol.
Dengan komposisi pemain murni usia di bawah 19 tahun, Persiraja mampu menahan imbang lawannya sepanjang babak pertama. Skor 0-0 bertahan hingga turun minum.
Sementara itu, Sumsel United U19 tampil dengan tambahan kekuatan dari beberapa pemain senior yang diturunkan sebagai pemain joker untuk meningkatkan daya serang tim.
Tiga pemain dari tim senior Pegadaian Championship 2025/26 yang dimainkan yakni Rifki Sinung, Syafrinaldi, dan Zakaria.
Gol yang ditunggu-tunggu Sumsel United akhirnya tercipta pada menit ke-80. Wasit menunjuk titik putih setelah terjadi pelanggaran di kotak penalti, dan Rifki Sinung yang maju sebagai eksekutor sukses menjalankan tugasnya dengan baik untuk membawa timnya unggul 1-0.
Menjelang laga berakhir, Sumsel United kembali menambah gol pada menit 90+4 melalui Zaid Imam Nawawi, sekaligus memastikan kemenangan 2-0 bagi tim tamu.
Usai pertandingan, Asisten Pelatih Persiraja U19, Yudi Supriatna, menyatakan timnya akan segera melakukan evaluasi terhadap performa para pemain.
“Tentunya kita akan evaluasi di latihan besok pagi. Secara keseluruhan anak-anak sudah bermain bagus. Terbukti di babak pertama kita terus menyerang dan menciptakan peluang, tetapi belum bisa dikonversi menjadi gol,” ujar Yudi.
Ia menilai secara permainan anak asuhnya sudah menunjukkan perkembangan positif, namun masih perlu memperbaiki ketenangan dan efektivitas penyelesaian akhir.
Kekalahan ini menjadi pelajaran penting bagi Laskar Rencong Muda untuk bangkit di pertandingan berikutnya dalam kompetisi Elite Pro Academy (EPA) U19 2026.




















Komentar