ACEHFOOTBALL.net — Persaingan di papan atas Pegadaian Championship Liga 2 2025/2026 semakin sengit setelah rangkaian pertandingan pekan ke-22 yang berlangsung dalam dua hari terakhir.
Perebutan posisi puncak klasemen kini memanas di dua grup, dengan selisih poin yang semakin tipis antara tim-tim teratas.
Di Grup A, pertarungan menuju posisi pertama kini menjadi duel ketat antara Adhyaksa FC dan Garudayaksa FC. Hingga pekan ke-22, Adhyaksa masih memimpin klasemen dengan 43 poin dari 22 pertandingan, hanya terpaut dua poin dari Garudayaksa yang mengoleksi 41 poin.
Adhyaksa berhasil menjaga posisi teratas setelah meraih kemenangan 3-2 atas Sumsel United pada pertandingan terbaru.
Namun kemenangan besar Garudayaksa 4-0 atas Bekasi City membuat persaingan di puncak klasemen semakin terbuka.
Sumsel United yang sebelumnya berada dalam jalur persaingan kini berada di posisi ketiga dengan 37 poin, diikuti Bekasi City dengan 36 poin. Persaingan empat besar di Grup A pun masih sangat dinamis.
Sementara itu Persiraja Banda Aceh berhasil memperbaiki posisi setelah mengalahkan Sriwijaya FC 2-1 di Stadion H. Dimurthala, Lampineung.
Tambahan tiga poin membuat Laskar Rencong kini mengoleksi 34 poin dan menempati posisi kelima klasemen sementara.
Meski masih berada di luar empat besar, peluang Persiraja untuk merangsek ke zona persaingan papan atas tetap terbuka mengingat selisih poin dengan tim di atasnya masih relatif dekat.
Di sisi lain klasemen, Sriwijaya FC menjadi tim yang paling kesulitan musim ini. Dari 22 pertandingan mereka baru mengoleksi 2 poin, dengan catatan tanpa kemenangan sepanjang kompetisi.
Persaingan tak kalah menarik juga terjadi di Grup B. PSS Sleman masih memimpin klasemen dengan 46 poin, namun posisi mereka terus dibayangi Persipura Jayapura yang berada di peringkat kedua dengan 43 poin.
Kemenangan Persipura 3-0 atas Deltras Sidoarjo membuat jarak kedua tim tetap ketat dan membuka peluang perubahan posisi di puncak klasemen dalam beberapa pertandingan ke depan.
Sementara itu PS Barito Putera menempel di posisi ketiga dengan 42 poin, diikuti Tornado Pekanbaru dengan 41 poin. Selisih poin yang sangat tipis di empat besar Grup B membuat setiap pertandingan memiliki arti penting dalam perebutan tiket ke fase berikutnya.
Di papan tengah, Persela Lamongan dan Deltras Sidoarjo masih berusaha menjaga peluang mereka untuk tetap kompetitif di sisa musim.
Secara keseluruhan, hasil pertandingan dalam dua hari terakhir menunjukkan bahwa kompetisi Liga 2 musim ini masih sangat terbuka.
Baik di Grup A maupun Grup B, perebutan posisi puncak dan persaingan menuju fase berikutnya dipastikan akan berlangsung ketat hingga pekan-pekan terakhir.
Dengan beberapa pertandingan tersisa menuju akhir fase grup, setiap tim kini menghadapi tekanan yang semakin besar untuk meraih poin maksimal agar tidak tertinggal dalam persaingan yang semakin panas.





















Komentar