ACEHFOOTBALL.net — Pelatih PSPS Pekanbaru, Aji Santoso, menyebut duel melawan Persiraja Banda Aceh di Stadion H. Dimurthala, Sabtu (14/2/2026) malam, layaknya pertandingan final.
Pertemuan ketiga kedua tim di Pegadaian Championship 2025/26 ini dianggap sebagai duel pembuktian sekaligus penentu gengsi.
Menurut Aji, hasil dua pertemuan sebelumnya membuat laga di Lampineung terasa seperti final mini. Pada pertemuan pertama, PSPS menang 1-0 di Stadion Kaharuddin Nasution, Riau. Namun Persiraja membalas dengan kemenangan 4-2 di putaran kedua.
“Pertandingan besok tentunya akan seru karena saya menganggap ini pertandingan final. Pertemuan pertama kami menang, pertemuan kedua kami kalah, jadi ini menurut saya final,” ujar Aji, Jumat (13/2/2026).
Ia menegaskan duel ini bukan sekadar soal tiga poin, tetapi juga soal harga diri dan konsistensi tim memasuki putaran ketiga. PSPS datang ke Banda Aceh dengan target minimal membawa pulang satu poin, sembari mengincar kemenangan penuh.
“Kami berusaha semaksimal mungkin untuk tampil maksimal dan mendapatkan poin yang bagus, satu atau tiga,” tegasnya.
Menghadapi fase krusial ini, Aji memastikan seluruh pemain anyar PSPS sudah siap diturunkan. Tambahan tenaga baru diharapkan mampu mengangkat performa Askar Bertuah yang masih berkutat di papan bawah klasemen.
“Semua pemain baru sudah bisa kita turunkan besok malam. Memang posisi kita masih di bawah, tapi di putaran ketiga ini kami akan berusaha semaksimal mungkin mendapatkan hasil yang baik,” katanya.
Kekalahan dengan kebobolan empat gol pada pertemuan sebelumnya menjadi evaluasi utama tim pelatih. Koordinasi lini belakang, termasuk Douglas Cruz dan rekan-rekannya, menjadi fokus pembenahan.
“Empat gol yang terjadi di gawang kami sudah kami evaluasi. Saya sudah sampaikan kepada pemain belakang bagaimana mengantisipasi di pertandingan ketiga ini,” jelas Aji.
Laga ini juga mempertemukan dua pelatih senior, Aji Santoso dan Jaya Hartono. Aji mengaku memiliki relasi personal yang baik dengan pelatih anyar Persiraja tersebut.
“Coach Jaya dulu pemain bagus, senior saya, bahkan saya sempat main bareng beliau. Saya pikir beliau pelatih yang berkualitas karena juga mantan pemain nasional,” ujarnya.
Sementara itu, pemain PSPS Asir Asiz memastikan kesiapan tim menghadapi tekanan bermain di Lampineung.
“Di latihan semua cukup baik, kami latihan keras sesuai instruksi pelatih. Pertandingan besok sangat penting bagi kami, dan kami tidak mau kalah. Tentunya ingin memberikan yang terbaik untuk tim,” kata Asir seperti dilansir ileague.id. []





















Komentar