ACEHFOOTBALL.net — Kompetisi Pegadaian Championship (Liga 2) 2025/2026 resmi memasuki putaran ketiga mulai pekan ke-19 hingga pekan ke-27.
Fase ini menjadi penentu arah nasib klub-klub peserta, baik yang tengah memburu tiket promosi, mengamankan posisi aman, maupun berjuang keras keluar dari zona degradasi.
Dengan format jadwal yang disusun berdasarkan peringkat klasemen akhir putaran kedua, setiap laga di putaran ketiga menghadirkan tensi tinggi dan kalkulasi matang.
Putaran ketiga dirancang dengan sistem home-away silang peringkat, di mana klub peringkat atas akan menghadapi lawan dengan peringkat berbeda, baik di kandang maupun tandang.
Skema ini dimaksudkan untuk menjaga keseimbangan kompetisi sekaligus memastikan setiap tim menghadapi tingkat kesulitan yang relatif sepadan.
Grup 1: Ketat di Papan Tengah, Persiraja Mengintai
Di Grup 1, Garudayaksa FC menutup putaran kedua sebagai pemuncak klasemen dengan 34 poin, disusul Adhyaksa FC Banten (33 poin) dan Sumsel United (31 poin).
Ketiganya relatif diuntungkan dengan posisi klasemen, namun tetap harus waspada karena jadwal putaran ketiga mempertemukan mereka dengan lawan-lawan papan tengah yang agresif.
Persiraja Banda Aceh, yang finis di peringkat lima dengan 27 poin, menjadi salah satu tim yang berpotensi mencuri momentum.
Dengan jadwal kandang menghadapi tim-tim peringkat atas dan laga tandang melawan pesaing langsung, konsistensi menjadi kunci bagi Laskar Rencong untuk menjaga peluang ke fase selanjutnya.
PSMS Medan (peringkat enam) dan Persikad (peringkat tujuh) juga berada di posisi krusial. Satu hasil buruk saja bisa menyeret mereka ke zona rawan, mengingat jarak poin yang relatif tipis dengan PSPS Pekanbaru di peringkat delapan.
Sementara di dasar klasemen, Persekat Tegal dan Sriwijaya FC menghadapi jalan terjal untuk bertahan, terlebih jadwal putaran ketiga memaksa mereka bertemu tim-tim papan atas secara beruntun.
Grup 2: Persaingan Promosi Lebih Sengit
Situasi tak kalah panas terjadi di Grup 2. Persipura Jayapura dan PS Barito Putera sama-sama mengoleksi 37 poin dan bersaing ketat di puncak klasemen, dibuntuti PSS Sleman (36 poin) dan Deltras FC (33 poin).
Empat tim ini menjadi kandidat kuat promosi, namun putaran ketiga akan menguji kedalaman skuad dan mental bertanding mereka.
Kendal Tornado FC dan Persela Lamongan berada tepat di bawahnya. Kedua tim ini dihadapkan pada jadwal berat karena harus berjumpa langsung dengan tim-tim papan atas, baik di kandang maupun tandang.
Hasil di putaran ketiga akan sangat menentukan apakah mereka mampu menembus zona persaingan promosi atau justru terseret ke papan bawah.
Di sisi lain, PSIS Semarang yang menempati peringkat sembilan dengan 11 poin berada dalam tekanan besar. Rentetan hasil negatif di putaran kedua membuat setiap pertandingan di putaran ketiga bernilai “hidup-mati”. Persipal FC sebagai juru kunci praktis tak punya ruang kesalahan jika ingin menjaga asa bertahan.
Putaran Penentuan
Dengan sisa sembilan pekan pertandingan, putaran ketiga Liga 2 bukan sekadar lanjutan kompetisi, melainkan fase penentuan.
Format jadwal yang saling menguji peringkat menjanjikan laga-laga keras, penuh tensi, dan sarat kepentingan. Bagi tim papan atas, konsistensi adalah harga mati.
Bagi tim papan tengah, momentum bisa mengubah segalanya. Sementara bagi penghuni dasar klasemen, putaran ketiga adalah pertaruhan terakhir untuk tetap hidup di Liga 2.
Satu hal pasti: mulai pekan ke-19, Liga 2 memasuki babak yang tak lagi memberi ruang kompromi.



















Komentar