ACEHFOOTBALL.net — Kompetisi Pegadaian Championship 2025/2026 resmi menuntaskan putaran kedua.
Dua grup yang berisi 20 kontestan kini menampilkan peta persaingan yang kian tegas: ada kandidat kuat promosi, tim penantang yang konsisten, hingga klub-klub yang harus berjuang keras menghindari keterpurukan di fase berikutnya.
Di Grup 1, Garudayaksa FC keluar sebagai pemuncak klasemen dengan koleksi 34 poin dari 18 pertandingan. Konsistensi menjadi kunci Garudayaksa, yang mencatat sembilan kemenangan, tujuh hasil imbang, dan hanya dua kali kalah.
Tepat di bawahnya, Adhyaksa FC Banten terus menempel dengan 33 poin, ditopang produktivitas gol tertinggi di grup ini (45 gol).
Sumsel United menempati posisi ketiga dengan 31 poin, sementara FC Bekasi City dan Persiraja Banda Aceh sama-sama mengoleksi 27 poin.
Persiraja kalah selisih gol dan berhak berada di peringkat kelima, menjaga asa bersaing di papan atas. PSMS Medan menyusul di posisi keenam dengan 26 poin.
Sedangkan PSPS Pekanbaru harus puas di peringkat kedelapan dengan 21 poin. Di dasar klasemen, Sriwijaya FC terpuruk tanpa kemenangan, hanya mengoleksi dua poin dan kebobolan 69 gol.

Sementara itu, Grup 2 menghadirkan persaingan yang tak kalah sengit. Persipura Jayapura dan PS Barito Putera sama-sama mengoleksi 37 poin.
Namun Persipura berhak di puncak klasemen berkat keunggulan selisih gol. PSS Sleman menguntit di posisi ketiga dengan 36 poin, disusul Deltras FC dan Kendal Tornado FC yang sama-sama mengemas 33 poin.
Persela Lamongan berada di peringkat keenam dengan 29 poin, sedangkan PSIS Semarang masih terjebak di papan bawah, menempati posisi kesembilan dengan 11 poin. Persipal FC menjadi juru kunci dengan enam poin dari 18 laga.
Berakhirnya putaran kedua menandai fase krusial menuju babak selanjutnya. Konsistensi, kedalaman skuad, dan ketepatan strategi akan menjadi penentu apakah tim-tim papan atas mampu menjaga momentum, atau justru memberi ruang bagi kejutan dari para pesaing.




















Komentar