ACEHSPORT — Aceh Tengah tampil sebagai juara umum pada Kejuaraan Nasional Shorinji Kempo antar Kabupaten/Kota yang berlangsung di Gelanggang Mahasiswa Universitas Unsyiah Kuala, Banda Aceh.
Kejurnas yang memperebutkan Piala Pemerintah Aceh 2019 ini resmi ditutup, Sabtu (30/11). Penutupan dilakukan langsung oleh Wakapolda Aceh, Brigjen Pol Supriyanto Tarah.
Di Seperti diketahui, Kejurnas kali ini diikuti oleh 20 kontingen dari kabupaten/kota se-Indonesia, yakni Batam, Binjai, Deli Serdang, Jakarta Utara, Kota Metro, Langkat, Medan, Solok, Tanjung Balai, Diklat PPLP Aceh, Aceh Besar, Aceh Tengah, Aceh Tamiang, Bireuen, Lhokseumawe, Pidie, Kota Banda Aceh, Pidie Jaya, Simeuleu, dan PPLP Aceh. Peserta didominasi oleh kontingen dari Sumatera.
Adapun dalam Kejurnas kali ini, juara pertama diperoleh Kontingen dari Aceh Tengah, sementara juara dua berhasil diperoleh oleh kontingen dari Kabupaten Langkat, sedangkan juara tiga direbut oleh Kontingen asal Kota Batam.
Dimana Aceh Tengah berhasil mencatat poin dengan total 132, disusul Langkat 108, dan Kota Batam dengan jumlah point 105.
Waka Polda Aceh Brigjen Pol Supriyanto Tarah menyebutkan, Kejurnas tersebut merupakan ajang mencari bibit-bibit atlit untuk dipersiapkan mengikuti PON 2020.
“Saya kira ini merupakan kegiatan untuk melakukan pencarian bibit-bibit kensi kempo dipersiapkan nanti PON 2020. Mengapa? karena kempo salah satu cabang olahraga menjadi andalan dari Aceh itu sendiri,” kata Tarah.
Ketua Perkemi Aceh, Islahuddin dalam kesempatan tersebut juga menyebutkan event kejurnas Shorinji Kempo itu mendapat dukungan penuh dari pemerintah Aceh. Itu sebabnya dia berjanji akan terus berusaha semaksimal mungkin untuk mengharumkan nama Aceh dikancah nasional.
“Kali ini betul-beul atas dukungan yang penuh dari pemerintah Aceh dan karena itu kami sangan menghargai dan mengucapkan terimakasih dan kedepan kita akan melakukan hal-hal serupa. Dan Insyaalah tetap akan mendapat dukungan,”ujarnya.
Sementara Kadispora Aceh melalui Kasi Olahraga dan Pembinaan, Muksalmina kembali menyampaikan, bahwa pemerintah Aceh mencari bibit-bibit atlet untu dipesiapkan dalam rangka menuju PON 2020 dan 2024.
“Renacana kita Pemerintah Aceh sesuai dengan program Pemerintah Aceh untuk mempersiapkan PON 2020 dan 2024, maka dalam event kali ini kita buat berjenjang umur, usianya berjenjang dari pelajar hingga remaja. Maka pembibitan itu kontinu. Maka insyaalah kalau tidak halangan apa-apa event ini kita laksanakan lagi ditahun yang akan datang,” pungkasnya.
Komentar