ACEHFOOTBALL — Ide menambah jumlah peserta Piala Dunia dinilai kian menambah beban para pemain. Apalagi bila ada 48 negara yang tampil.
Penyataan sinis itu dilontarkan manajer Manchester City Pep Guardiola. Ia kurang sepakat dengan ide tersebut.
Sebab dengan daya saing sepakbola yang saat ini makin kompetitif dan tuntutan yang kian besar, para pemain justru harus lebih dilindungi.
Mereka layak diberikan kesempatan beristirahat lebih banyak, alih-alih menambah beban fisik dan mental.
“Ini bukan cuma kasus untuk sepakbola Inggris, melainkan seluruh dunia. Sekarang mereka berbicara soal Piala Dunia berisi 48 tim, kita akan membunuh para pemain,” kata Guardiola dikutip Sky Sports.
“FIFA akan menentukan dan kita menerima keputusannya, dan kalau kami tidak senang ya kami pulang ke rumah. Mereka fokus untuk menambah, menambah, dan menambah, itu memengaruhi kualitas. Saya cuma berpikir untuk para pemain.”
“Mereka perlu bernafas, perlu beristirahat, perlu menikmati sepakbola. Hal semacam ini mustahil karena kita akan menyelesaikan musim, kemudian setelah sepekan ke Piala Dunia, lalu setelah tiga pekan kita ke pramusim, kita pergi ke China, Amerika Serikat, Australia.”
“Anda bermain melawan Milan, Juventus, Madrid, dan Anda harus menang. Orang-orang menuntut Anda untuk bermain bagus. Tidak ada persiapan lalu Anda kembali bermain dan melaju 11 bulan lagi, lalu datanglah Piala Eropa,” tandas eks pelatih Barcelona dan Bayern Munich ini.
Seperti diketahui, ide menambah peserta Piala Dunia sudah beredar sejak beberapa tahun belakangan ini. Rencananya akan dimulai pada 2026 mendatang.
Ide serupa sudah diterapkan di Piala Eropa 2016, di mana pesertanya menjadi 24 negara dari sebelumnya hanya 16 negara.
Meski ide ini akan menambah kesempatan tampil untuk negara-negara yang belum pernah ikut di Piala Dunia, namun di lain sisi dinilai ada dampak negatifnya.
Durasi turnamen menjadi lebih panjang karena pertandingan lebih banyak, oleh karena itu akan lebih menguras tenaga para pemain bahkan sejak dari masa persiapannya. [detiksport]
Editor: Indra




















Komentar