ACEHFOOTBALL — PSIM Jogjakarta yang bakal menjadi lawan Persiraja Banda Aceh pada pekan depan di Indonesia Soccer Championships (ISC) B 2016 terancam gagal ke delapan besar.
Kegagalan itu akibat batalnya pertandingan antara PSIM Jogja melawan Perssu pada lanjutan babak 16 besar ISC B 2016 di Stadion Sasana Krida, AAU, Sleman, Sabtu (29/10/2016).
Seperti diketahui, pekan depan, Minggu (6/10/2016) Laskar Rencong akan bertandang ke markas PSIM dalam laga kelima ajang babak 16 besar ISC B 2016.
Laga krusial yang akan menentukan nasib kedua kesebelasan untuk melaju ke babak delapan besar ISC B 2016 gagal digelar karena tidak ada izin pertandingan.
Sekretaris PSIM Jarot Sri Kastawa seperti dilansir harianjogja.com menyatakan sangat kecewa dengan gagalnya penyelenggaraan pertandingan melawan Perssu. Akibat tidak mendapatkan izin dari kepolisian setempat, PSIM terancam kalah WO.
Kata dia, padahal, tambahan poin sangat dibutuhkan PSIM untuk menjaga peluang lolos ke babak delapan besar.
PSIM kini berada di peringkat kedua Grup A babak 16 besar ISC B, dibawah PSCS dan Perssu. Ketiga tim ini telah mengoleksi enam poin, hanya berselisih gol.
“Delapan besar sudah didepan mata tapi kondisinya seperti ini. Saya berharap ini jadi instropeksi semua pihak. Akibat bentrok kemarin, tidak hanya denda yang dijatuhkan kepada tim, panpel juga kesulitan untuk mendapatkan izin dari kepolisian,” ungkap Jarot.
Jarot menambahkan, saat ini Manajemen PSIM masih syok akibat batalnya laga melawan Perssu. Oleh karena itu, pihaknya enggan untuk berpikir mengenai kemungkinan sanksi berupa kalah WO dari PT GTS karena laga melawan Perssu batal digelar.
Meski demikian, sejumlah upaya telah dilakukan oleh panpel dan manajemen PSIM agar laga bisa dijadwal ulang dan terhindar dari sanksi kalah WO.
“Sekarang yang harus dipikirkan adalah mentalitas para pemain. Mereka syok, karena gagal bertanding,” tandas Jarot.
Kekecewaan juga diungkapkan oleh Pelatih PSIM Erwan Hendarwanto. Pelatih asal Magelang ini tidak bisa banyak berkomentar terkait dengan kegagalan penyelenggaraan pertandingan.
Erwan melihat kegagalan menggelar laga melawan Perssu sangat merugikan skuat Laskar Mataram yang ingin meraih poin penuh di dua laga kandang dan berjuang supaya bisa lolos ke babak delapan besar.
Menurut Ketua Panpel PSIM Brustam Iswanto, jika mengacu pada permasalahan yang sama, 6 September lalu, PPSM Sakti Magelang sempat mendapatkan sanksi dari PT GTS berupa kalah WO dan memenangkan PSIM dengan skor 3-0 setelah tim asal Kota Magelang ini gagal menggelar pertandingan.
Editor: Indra





















Komentar