Untuk kedua kali dalam hidupnya, remaja korban tsunami Aceh 2004, Martunis, menginjak Tanah Portugal. Senin (29/6) malam WIB, maskapai milik Belanda yang mengangkutnya mendarat di Lisbon Portela Airport.
Sebelum masuk Portugal, Martunis sudah menempuh 12 jam perjalanan dari Jakarta, Kuala Lumpur, dan transit di Amsterdam selama lima jam.
“Saya transit di Bandara Schiphol, Amsterdam,” ujar Martunis melalui Blackberry Messenger seperti dilansir Waspada.
Anak angkat Cristiano Ronaldo yang mendapat undangan belajar ke Portugal ini, mengaku mendarat di Bandara Internasional Schiphol, Amsterdam, Belanda, pukul 6.45 waktu setempat atau pukul 10.45 WIB.
Martunis berangkat ke Portugal dengan maskapai KLM atau Koninklijke Luchtvaart Maatschappij. Minggu (28/6), dia berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, pukul 18.45 WIB dan tiba di Bandar Udara Internasional Kuala Lumpur pukul 21.55 WIB.
Sekira lima tahun lalu atau pada 30 Mei hingga 4 Juni 2005, Martunis yang masih berumur delapan tahun dan ayahnya Sarbini, diundang ke negara Cristiano Ronaldo. Kala itu, dia disambut bak pahlawan. Martunis pun ikut menyaksikan laga Portugal kontra Slovakia yang dimenangkan Ronaldo cs dengan skor 2-0.
Saat itu, remaja kelahiran 2 Mei 1997 ini bertemu sejumlah pemain Portugal semisal Luis Figo, Rui Costa, Ronaldo, Nuno Gomes, dan lainnya. Dia juga bertemu pelatih Portugal saat itu, Luiz Felipe Scolari dan Ketua Federasi Sepakbola Portugal, Gilberto Madail.
Kini, ceritanya sudah berbeda. Martunis berangkat sendirian ke sana untuk merajut cita-cita yang sudah dirintis sejak masih kecil. “Saya memang bercita-cita ingin menjadi pemain bola profesional,” ungkapnya beberapa tahun lalu.
Martunis punya cerita panjang, sehingga bisa seperti sekarang. Usai tsunami 26 Desember 2004 atau tepanya 15 Januari 2005, dia ditemukan selamat di sela-sela hutan mangrove. Lalu, warga setempat menyerahkan tubuh kurusnya ke kru Skynews, televisi Inggris yang kebetulan meliput di wilayah itu.
Saat itu, Martunis mengenakan replika seragam Timnas Portugal bernomor punggung 10 milik Rui Costa. Dalam sekejap, gambar dan kisah Martunis yang masih memakai kaus Selecao itu menghentak Eropa, terutama Portugal.[Wsp]
Editor: Indra






Komentar