Liga 2

Dua Asisten Mundur, Heri Kiswanto Hadapi Ujian Berat

ACEHFOOTBALL.net — Persiapan PSGC Ciamis menghadapi pimpinan klasemen sementara Grup Barat, PSPS Riau, diwarnai gejolak internal.

Dua asisten pelatih, Eka Ramdani dan Boy Jati Asmara, resmi mengundurkan diri ketika Laskar Singacala sedang berjuang keluar dari keterpurukan.

Situasi tersebut menambah berat tugas Heri Kiswanto dalam memimpin PSGC menghadapi PSPS pada pekan kesembilan Pegadaian Championship 2026/2027 di Stadion Kaharuddin Nasution, Rumbai, Ahad (8/11/2026).

Untuk menjaga stabilitas tim, Direktur Teknik PSGC, Heri Rafni Kotari, turun langsung memberikan dukungan kepada Heri Kiswanto dan para pemain.

CEO PSGC Ciamis, Herdiat Sunarya, telah mengumumkan pengunduran diri kedua asisten pelatih tersebut sekaligus menyampaikan apresiasi atas kontribusi mereka selama lima bulan bergabung dengan klub.

“Saya sangat menghormati dedikasi dan perjuangan mereka. Terima kasih kepada Eka dan Boy atas kebersamaan serta kerja kerasnya,” kata Herdiat.

Di tengah perubahan komposisi staf pelatih, Heri Kiswanto memastikan hubungan internal tim tetap kondusif. Pelatih yang akrab disapa Herkis itu menegaskan tidak ada persoalan dalam kerja sama dengan pemain maupun jajaran staf pelatih yang mengganggu persiapan menghadapi PSPS.

Menurutnya, hasil buruk yang dialami PSGC lebih disebabkan ketidakmampuan tim mendapatkan hasil sesuai harapan dan masih banyaknya aspek permainan yang perlu dibenahi.

“Hubungan selama ini tidak ada masalah, semuanya baik-baik saja. Memang kami kurang berhasil dan kurang beruntung dalam pertandingan. Saya tetap bisa bekerja sama dengan para pemain, dan mereka sangat membantu kami melalui diskusi mengenai apa yang harus dilakukan untuk pertandingan besok,” ungkapnya.

Tantangan PSGC semakin besar setelah menelan kekalahan telak 0-6 dari PSS Sleman di I.League Cup 2026/2027. Hasil tersebut menjadi pukulan bagi Ezequiel N’Douassel dan kawan-kawan yang kini bertekad menghentikan tren negatif di kandang PSPS.

Herkis mengaku telah melakukan sejumlah pembenahan bersama tim pelatih. Selain mengevaluasi aspek teknis permainan, perhatian utama diarahkan pada pemulihan mental dan kepercayaan diri pemain.

Ia menilai kondisi psikologis menjadi faktor penting agar para pemain tidak terus terbebani hasil buruk sebelumnya. Meski mengakui masih banyak kekurangan, Herkis melihat respons positif dari anak asuhnya selama menjalani persiapan.

“Kami mengutamakan kebersamaan setelah mendapatkan hasil buruk saat melawan Sleman. Hal pertama yang kami siapkan adalah mengembalikan mental para pemain agar ketika menghadapi PSPS Pekanbaru, semuanya benar-benar siap bertanding,” ujar Herkis.

Kini, ujian sesungguhnya menanti PSGC. Menghadapi PSPS yang sedang memimpin klasemen sementara, Herkis tidak hanya dituntut meracik strategi untuk meredam tuan rumah, tetapi juga menjaga mental dan kekompakan tim di tengah perubahan komposisi staf pelatih.

Kemenangan di Pekanbaru akan menjadi momentum penting bagi Laskar Singacala untuk mengakhiri periode sulit sekaligus membuktikan bahwa gejolak internal tidak menghambat perjuangan mereka di kompetisi. [i]

Harian Aceh Indonesia
BINTANG
‹
›

Berita Terkait

Beri Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *