ACEHFOOTBALL.net — PSIS Semarang kembali gagal meraih kemenangan di kandang sendiri. Menjamu Persikad Depok pada pekan kedelapan Pegadaian Championship 2026/27 di Stadion Jatidiri, Ahad (1/11/2026) sore, Laskar Mahesa Jenar harus puas bermain imbang tanpa gol.
Hasil 0-0 ini memperpanjang puasa kemenangan PSIS menjadi empat pertandingan. Sebaliknya, Persikad pulang dengan satu poin berharga setelah mampu meredam tekanan tuan rumah sepanjang laga.
PSIS sebenarnya tampil agresif di hadapan ribuan pendukungnya. Sejumlah peluang emas tercipta, tetapi penyelesaian akhir menjadi persoalan yang kembali menghantui tim asuhan Widodo Cahyono Putro.
Peluang terbaik hadir pada menit ke-38 melalui titik penalti. Namun, eksekusi Felipe Cadenazzi berhasil digagalkan kiper Persikad, Dafa Al Gasemi. PSIS kembali mendapat kesempatan emas menjelang akhir pertandingan, tetapi tendangan keras kaki kiri Jonathan Bustos pada menit ke-89 hanya membentur mistar gawang.
Pelatih PSIS, Widodo Cahyono Putro, tidak menutupi kekecewaannya atas hasil tersebut. Ia mengaku menjadi orang yang paling kecewa karena tim gagal memenuhi target kemenangan di kandang sendiri.
“Pertandingan ini, orang pertama yang sangat kecewa adalah saya. Harapannya kita bisa memenangkan laga, namun ternyata tidak,” kata pelatih yang akrab disapa WCP itu seusai pertandingan.
Meski kecewa, Widodo tetap mengapresiasi perjuangan para pemain yang telah berusaha menciptakan peluang. Namun, ia menegaskan tim harus membenahi banyak hal, terutama efektivitas penyelesaian akhir.
“Kita sudah fight, kita ciptakan peluang namun masih juga belum bisa cetak gol. Harapannya, pemain harus terus berjuang sampai berhasil,” ujarnya.
“Kita ciptakan banyak peluang, tapi belum ada gol. Artinya, kita perlu asah lagi semuanya,” tegasnya.
Widodo juga menyatakan siap bertanggung jawab atas rentetan hasil kurang maksimal yang dialami PSIS dalam empat pertandingan terakhir. Ia menyerahkan proses evaluasi kepada manajemen sebagai bagian dari dinamika sepak bola profesional.
“Untuk evaluasi, saya juga siap, saya serahkan pada manajemen karena memang itu adalah hal yang biasa di sepak bola profesional,” ucapnya.
Pemain PSIS, Fitra Ridwan, turut menyampaikan permohonan maaf kepada suporter atas kegagalan meraih tiga poin.
“Saya mewakili pemain, mohon maaf kita gagal menang. Pemain sudah berjuang semaksimal mungkin,” pungkasnya.
Di kubu Persikad, hasil imbang ini disambut dengan rasa syukur. Pelatih Achmad Zulkifli menilai satu poin dari kandang PSIS merupakan hasil penting, mengingat tekanan yang diberikan tuan rumah sepanjang pertandingan.
“Pertama-tama kami mengucap Alhamdulillah berhasil mencuri satu poin di kandang PSIS. Pertandingan berjalan sangat luar biasa dan tidak mudah bagi kami. Kami sedikit beruntung bisa meraih poin di sini,” ujar pelatih yang akrab disapa Azul tersebut.
Azul menjelaskan, strategi bertahan dan mengandalkan serangan balik memang menjadi bagian dari rencana permainan Persikad. Para pemain dinilai mampu menjalankan instruksi dengan disiplin meski terus mendapat tekanan.
“Skor 0-0 sebenarnya merupakan bagian dari game plan kami. Kami menunggu mereka masuk ke area pertahanan kami, baru kemudian melancarkan counter attack. Hanya saja, kami memang belum bisa mengonversinya menjadi gol. Secara keseluruhan skema berjalan baik, dan ini tentu menjadi bahan evaluasi agar tim tampil lebih tajam memanfaatkan peluang di laga berikutnya,” jelasnya.
Ia berharap hasil di Semarang menjadi modal untuk meningkatkan kepercayaan diri tim sebelum menghadapi Persiku Kudus pada pertandingan berikutnya.
“Ini jadi modal berharga buat kami saat menjamu Persiku Kudus di partai berikutnya,” tambah Azul.
Pemain Persikad, Pahri Al Mudzaki, juga bersyukur atas tambahan satu poin tersebut. Menurutnya, kedua tim telah berjuang maksimal dalam pertandingan yang berlangsung ketat.
“Pertandingan hari ini patut disyukuri. Kedua tim sudah berjuang keras dan menampilkan permainan yang luar biasa. Raihan satu poin ini sangat berharga bagi kami,” katanya.
Hasil imbang ini menjadi gambaran dua situasi berbeda. PSIS harus mengevaluasi ketajaman lini depan setelah kembali gagal menang, sedangkan Persikad membawa pulang modal positif berkat kedisiplinan permainan di kandang lawan. [i]






















