ACEHFOOTBALL.net – Presiden UEFA Aleksander Čeferin melancarkan kritik terbuka terhadap Presiden FIFA Gianni Infantino terkait rencana FIFA Forward Enterprise (FFE) yang akhirnya dihentikan setelah mendapat penolakan dari sejumlah pihak.
Dalam pidatonya pada European Football Clubs General Assembly di Kopenhagen, Čeferin menggunakan kisah The Emperor’s New Clothes karya Hans Christian Andersen untuk menggambarkan polemik tersebut.
Ia menyebut bahwa istilah-istilah seperti pembangunan, demokratisasi, dan konsultasi tidak serta-merta mencerminkan proses yang transparan.
FFE sebelumnya dirancang sebagai entitas komersial yang dikendalikan FIFA untuk mengelola hak komersial sejumlah kompetisi utama, termasuk Piala Dunia putra, Piala Dunia putri, dan Piala Dunia Antarklub.
Rencana tersebut juga membuka peluang bagi investor swasta untuk mengambil hingga 20 persen kepemilikan entitas tersebut.
Infantino mempromosikan FFE sebagai cara untuk menghasilkan tambahan dana bagi pengembangan sepak bola.
Namun, proposal itu mendapat penolakan dari sejumlah konfederasi dan akhirnya dibatalkan pada Juli 2026. FIFA kemudian menyatakan proyek tersebut tidak akan dilanjutkan.
Čeferin mempertanyakan proses pengambilan keputusan di balik proyek tersebut. Ia menilai keterlibatan pihak-pihak yang berkepentingan dalam keputusan strategis FIFA perlu mendapat perhatian lebih besar.
Dalam pidatonya, Čeferin mengibaratkan situasi itu seperti seorang pejabat klub yang diam-diam menyerahkan kendali atas aset paling berharga klub tanpa sepengetahuan dewan, pemain, maupun suporter.
Kritik Čeferin juga menyentuh persoalan transparansi dan tata kelola. Menurutnya, penggunaan istilah positif tidak dapat mengubah substansi sebuah keputusan apabila proses di belakangnya dinilai tidak terbuka.
Persoalan FFE kemudian berkembang menjadi perdebatan lebih luas mengenai tata kelola FIFA. Sejumlah organisasi sepak bola Eropa sebelumnya telah mendesak perubahan dalam mekanisme pengambilan keputusan FIFA, termasuk peningkatan keterlibatan konfederasi, asosiasi nasional, klub, pemain, dan liga.
Di sisi lain, FIFA membantah sejumlah tudingan yang diarahkan kepada Infantino. Dalam respons hukum terkait polemik FFE, FIFA menyebut tuduhan bahwa Infantino mencari keuntungan pribadi dari proyek tersebut tidak berdasar. FIFA juga menegaskan bahwa FFE pada akhirnya tetap membutuhkan persetujuan dan pengawasan badan-badan FIFA.
Infantino sendiri telah membuka ruang untuk evaluasi independen terhadap tata kelola dan proses pengambilan keputusan FIFA. Ia juga mengusulkan konsultasi dengan konfederasi, asosiasi anggota, dan pemangku kepentingan lainnya.
Dengan FFE yang telah dihentikan, polemik kini bergeser dari persoalan investasi komersial menuju pertanyaan yang lebih besar: bagaimana keputusan strategis sepak bola dunia dibuat, siapa yang dilibatkan, dan sejauh mana transparansi harus diterapkan dalam tubuh FIFA. []























