ACEHFOOTBALL.net — Belum reda gejolak akibat empat kekalahan beruntun, manajemen Persiraja Banda Aceh langsung melakukan perubahan di jajaran pimpinan.
Presiden Persiraja, H. Nazaruddin Dek Gam, menunjuk Ari Nanda sebagai Wakil Presiden (Wapres) Persiraja menggantikan Iswahyudi alias Yudi.
Penunjukan Ari Nanda dilakukan setelah Persiraja kembali menelan kekalahan pada pekan keempat Pegadaian Championship 2026/2027.
Pergantian tersebut menjadi bagian dari langkah manajemen melakukan pembenahan internal sekaligus memperkuat koordinasi klub di tengah start buruk Laskar Rencong pada kompetisi musim ini.
Dek Gam mengatakan Ari Nanda dipercaya mengisi posisi tersebut karena Persiraja membutuhkan komunikasi dan koordinasi yang lebih baik, baik di lingkungan internal maupun dengan pihak eksternal klub.
“Saya menunjuk Ari Nanda sebagai Wakil Presiden karena kami membutuhkan komunikasi dan koordinasi yang lebih baik, baik di internal maupun dengan pihak eksternal. Saya berharap Ari bisa menjalankan tugas ini dengan baik dan membantu Persiraja menghadapi situasi ke depan,” kata Dek Gam, Sabtu (3/10/2026).
Ari Nanda selanjutnya diharapkan dapat menjadi penghubung antara manajemen, tim pelatih, pemain, suporter, serta berbagai pihak yang berkaitan dengan perjalanan Persiraja di kompetisi Championship 2026/2027.
Posisi tersebut menjadi penting bagi Persiraja yang tengah menghadapi tekanan setelah gagal meraih kemenangan dalam empat pertandingan awal musim.
Pada laga terakhir, Persiraja harus mengakui keunggulan Sumsel United dengan skor 1-2 di Stadion H. Dimurthala, Banda Aceh, Jumat (2/10) malam. Hasil itu memperpanjang catatan kekalahan Laskar Rencong menjadi empat pertandingan secara beruntun.
Sehari setelah kekalahan tersebut, Yudi menyatakan mundur dari posisi Wakil Presiden Persiraja. Ia menyebut keputusan itu sebagai bentuk tanggung jawab atas performa tim dalam empat pertandingan awal.
Kini, manajemen memilih bergerak cepat dengan menunjuk Ari Nanda.
“Yang paling penting sekarang adalah bagaimana kami melakukan evaluasi dan memperbaiki apa yang masih kurang. Semua harus bekerja bersama untuk Persiraja,” ujar Dek Gam.
Pergantian di jajaran manajemen diharapkan menjadi momentum konsolidasi bagi Persiraja. Manajemen bersama tim pelatih dan pemain selanjutnya akan memusatkan perhatian pada evaluasi serta persiapan menghadapi pertandingan berikutnya.
Persiraja masih memiliki perjalanan panjang di kompetisi Championship 2026/2027. Karena itu, pembenahan internal dan soliditas seluruh elemen klub menjadi pekerjaan penting untuk membawa Laskar Rencong keluar dari situasi sulit pada awal musim.[rel]























