ACEHFOOTBALL.net — Arsenal akhirnya keluar dari penantian panjang. Setelah 22 tahun tanpa gelar liga, klub asal London Utara itu resmi menjadi juara Premier League 2025/2026 usai Manchester City hanya bermain imbang 1-1 melawan AFC Bournemouth, Rabu (20/5/2026) dini hari WIB.
Gelar ini terasa sangat emosional bagi The Gunners. Mereka terakhir kali menjadi kampiun Liga Inggris pada musim 2003/2004 lewat skuad legendaris “Invincibles” racikan Arsene Wenger. Selama lebih dari dua dekade, Arsenal berkali-kali nyaris juara, tetapi selalu gagal di tikungan akhir.
Kini, penantian itu berakhir. Dan setelah Arsenal berhasil memutus kutukan panjang, sorotan mulai mengarah ke Manchester United.
Klub tersukses di era Premier League itu kini sudah 13 tahun tanpa gelar liga sejak terakhir kali juara pada musim 2012/2013, musim terakhir Sir Alex Ferguson sebelum pensiun.
Pertanyaannya, apakah MU akan segera menyusul Arsenal dan Liverpool, atau justru memasuki era puasa gelar yang lebih panjang?
Arsenal dan Liverpool menjadi bukti bahwa penantian panjang bukan akhir segalanya. Liverpool bahkan harus menunggu 30 tahun sebelum akhirnya kembali menjadi juara Liga Inggris pada musim 2019/2020 bersama Jurgen Klopp.
Kesabaran, kestabilan proyek, perekrutan pemain yang tepat, dan konsistensi manajemen menjadi kunci keberhasilan kedua klub tersebut bangkit dari masa paceklik.
Arsenal sendiri akhirnya menuai hasil setelah tiga musim beruntun finis runner-up. Di bawah Mikel Arteta, proyek jangka panjang mereka akhirnya membuahkan trofi Premier League.
Sementara itu, Manchester United masih terus mencari bentuk terbaik sejak ditinggalkan Ferguson. Beberapa pelatih datang dan pergi, mulai dari Ole Gunnar Solskjaer, Erik ten Hag, hingga Ruben Amorim, tetapi belum ada yang benar-benar mampu mengembalikan dominasi Setan Merah.
Musim 2025/2026 mulai menghadirkan secercah harapan baru. Bersama Michael Carrick, performa MU perlahan membaik. Dalam 16 laga terakhir Premier League, mereka disebut sebagai salah satu tim dengan perolehan poin terbaik.
Perekrutan pemain seperti Senne Lammens, Matheus Cunha, Bryan Mbeumo, dan Benjamin Sesko juga mulai memberi fondasi yang dianggap lebih sehat dibanding proyek-proyek sebelumnya.
Di level manajemen, INEOS bahkan sudah meluncurkan “Project 150”, target ambisius untuk membawa MU kembali juara Premier League pada tahun 2028, bertepatan dengan ulang tahun klub ke-150.
Target itu memang terdengar berani. Namun, persaingan Premier League saat ini dinilai lebih terbuka. Dominasi Manchester City mulai diprediksi menurun seiring isu kepergian Pep Guardiola, sementara Liverpool dan Chelsea juga belum sepenuhnya stabil.
Meski begitu, MU masih punya banyak pekerjaan rumah. Musim ini mereka tetap tertinggal 14 poin dari Arsenal. Kedalaman skuad, regenerasi lini tengah, hingga kemampuan bersaing di banyak kompetisi masih menjadi tantangan besar bagi Carrick.
Arsenal membutuhkan 22 tahun untuk kembali juara. Liverpool menunggu 30 tahun. Kini Manchester United memasuki tahun ke-13 tanpa trofi Premier League.
Apakah “Project 150” benar-benar akan membawa MU kembali ke singgasana Inggris pada 2028? Atau justru Old Trafford kembali terjebak dalam siklus harapan palsu yang sudah terlalu sering terjadi dalam satu dekade terakhir? [bola.com]




















Komentar