ACEHFOOTBALL.net — Sedikitnya 70 pelatih fisik dari delapan cabang olahraga bela diri mengikuti Coaching Clinic yang digelar Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Aceh bekerja sama dengan Persatuan Pelatih Fisik Indonesia (PPFI) di Hotel Amel Convention Center, Banda Aceh, 31 April hingga 3 Mei 2026.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi dan profesionalisme pelatih fisik berbasis pendekatan sport science, sekaligus memperkuat pembinaan atlet menghadapi kompetisi tingkat nasional dan internasional.
Ketua panitia, Mulyadi, S.Pd, mengatakan pelatihan tahap pertama diikuti pelatih dari delapan cabang olahraga, yakni anggar, taekwondo, wushu, pencak silat, kempo, tarung derajat, tinju, dan karate. Dispora Aceh juga merencanakan pelaksanaan tahap kedua pada tahun yang sama.
“Program ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas pelatih fisik, khususnya di cabang olahraga bela diri,” ujarnya.
Kepala Dispora Aceh T. Banta Nuzullah melalui Kepala Bidang Pembinaan dan Peningkatan Prestasi Olahraga (P3O) T. Bustamam menegaskan, pelatih fisik memiliki peran krusial dalam menentukan keberhasilan pembinaan atlet.
Menurutnya, kualitas pelatih yang memiliki kompetensi teknis, metodologis, dan pemahaman ilmu olahraga menjadi kunci dalam membentuk kondisi fisik atlet yang optimal, meliputi kekuatan, daya tahan, kecepatan, kelincahan, hingga kesiapan mental bertanding.

Ia menyebut, melalui coaching clinic ini peserta tidak hanya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga memperluas jejaring serta bertukar pengalaman antar pelatih lintas cabang olahraga.
Dikatakan, melalui kegiatan coaching clinic ini, saya berharap para peserta dapat meningkatkan kompetensi, memperkaya wawasan, serta mengadopsi metode latihan modern yang berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi olahraga.
Selain itu, sambung dia, kegiatan ini juga menjadi wadah silaturahmi dan pertukaran pengalaman antar pelatih dari berbagai cabang olahraga khususnya cabang olahraga beladiri.
Dispora Aceh berharap kegiatan ini mampu mendorong lahirnya pelatih fisik yang profesional dan berdaya saing, sehingga berdampak langsung pada peningkatan prestasi atlet Aceh di berbagai ajang kompetisi.





















Komentar