ACEHFOOTBALL.net — Marie-Louise Eta mencatat sejarah sebagai pelatih perempuan pertama yang memimpin tim utama pria di lima liga top Eropa.
Momen bersejarah itu terjadi saat Union Berlin menjamu VfL Wolfsburg pada pekan ke-30 Bundesliga, Sabtu (18/4/2026) malam WIB di Stadion An der Alten Försterei.
Namun, debut bersejarah tersebut belum berbuah manis. Union Berlin harus mengakui keunggulan tim tamu dengan skor 1-2.
Wolfsburg tampil efektif lewat gol Patrick Wimmer di babak pertama dan Dzenan Pejcinovic di awal babak kedua. Sementara tuan rumah hanya mampu membalas melalui Oliver Burke pada menit ke-82.
Penunjukan Eta sebagai pelatih interim dilakukan setelah manajemen Union Berlin memecat Steffen Baumgart pada 11 April 2026.
Performa tim yang menurun—hanya dua kemenangan dalam 14 laga—memaksa klub mengambil langkah cepat di sisa musim.
Secara permainan, Union Berlin sebenarnya tampil dominan. Mereka mencatatkan 51 persen penguasaan bola dan melepaskan 24 tembakan, tujuh di antaranya tepat sasaran.
Namun, efektivitas menjadi pembeda. Wolfsburg hanya menciptakan lima peluang, tetapi mampu mengonversinya menjadi dua gol krusial.
Meski kalah, Eta tetap melihat sisi positif dari performa timnya.
Ia menilai para pemain telah menunjukkan energi dan komitmen sesuai instruksi yang diberikan selama masa persiapan singkat.
“Kami memiliki energi yang bagus selama latihan dan sudah mengimplementasikan banyak hal. Saya suka para pemain menunjukkan segalanya di lapangan,” ujar Eta.
Kekalahan ini membuat Union Berlin tertahan di peringkat ke-11 klasemen sementara dengan 32 poin. Posisi tersebut belum sepenuhnya aman dari ancaman papan bawah, sehingga tekanan terhadap Eta cukup besar dalam beberapa laga tersisa.
Debut ini mungkin berakhir pahit dari sisi hasil, tetapi tetap menjadi tonggak penting dalam sejarah sepak bola Eropa.
Kini, tantangan berikutnya bagi Eta bukan hanya soal mencetak sejarah, melainkan membuktikan bahwa ia mampu membawa Union Berlin keluar dari tekanan dan mengamankan posisi di Bundesliga. [detiksport]





















Komentar