ACEHFOOTBALL.net — Pergantian suasana, perubahan nasib. Begitulah yang tengah dialami Achmad Zulkifli, pelatih muda yang kini menjadi buah bibir setelah membawa Persikad Depok mencatat dua kemenangan beruntun di Championship 2025/26.
Sejak resmi menangani Persikad dua pekan lalu, eks pelatih Sriwijaya FC itu langsung memberikan efek instan. Dari tim yang sebelumnya gamang dan sulit menang, Persikad kini menjelma jadi skuad agresif dengan karakter permainan yang lebih terstruktur.
Puncaknya terjadi di Stadion Pakansari, Bogor, Minggu (9/11/2025), saat Serigala Margonda membungkam Persekat Tegal dengan skor meyakinkan 3–0.
Gol-gol dari Enzo Celestine (35’), Hamzah Depa (45+1’), dan Kamron Saydazimov (67’) menjadi bukti nyata transformasi yang dibangun Zulkifli hanya dalam hitungan hari.
Yang menarik, perubahan ini kontras dengan kisahnya bersama Sriwijaya FC, klub yang kini terbenam di dasar klasemen tanpa satu pun kemenangan dalam sembilan laga.
Saat masih menukangi Laskar Wong Kito, Zulkifli harus menelan serangkaian hasil minor, hingga akhirnya mundur di tengah tekanan besar publik Palembang.
Namun, seperti pepatah “pelatih hebat lahir dari kegagalan yang keras,” Zulkifli menjadikan pengalaman pahit di Sriwijaya sebagai bahan bakar kebangkitannya.
Bersama Persikad, ia tampil lebih berani dengan pola bermain cepat dan pressing tinggi yang membuat lawan sulit berkembang.
Dua kemenangan beruntun bukan hanya memperbaiki posisi Persikad ke peringkat kelima Grup 1 dengan 15 poin, tapi juga memulihkan semangat tim dan mengembalikan kepercayaan diri publik Depok.
Jika tren positif ini terus berlanjut, Achmad Zulkifli bukan sekadar penyelamat sementara, tapi bisa menjadi simbol kebangkitan baru Persikad—dan mungkin, pembuktian personal bahwa ia belum habis di panggung sepak bola nasional.





















Komentar