ACEHFOOTBALL.net — Pekan ke-23 Pegadaian Championship 2025/26 menegaskan satu hal penting: bermain di kandang sendiri bukan lagi jaminan kemenangan.
Dari 10 pertandingan yang berlangsung sepanjang Jumat (3/4) hingga Senin (6/4), empat tim tuan rumah justru harus menelan kekalahan, menandai ketatnya persaingan di fase krusial kompetisi musim ini.
Kekalahan paling mencolok terjadi saat Sriwijaya FC dipermalukan PSPS Pekanbaru dengan skor telak 0-6 di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi.
Hasil ini semakin mempertegas kondisi Sriwijaya yang sudah dipastikan terdegradasi ke kasta ketiga musim depan.
Sebaliknya, kemenangan besar tersebut menjadi dorongan penting bagi PSPS yang masih berjuang menjauh dari zona playoff degradasi.
Nasib serupa juga dialami Persiba Balikpapan yang takluk 0-1 dari Persipura Jayapura di Stadion Batakan.
Kekalahan ini membuat Persiba tetap tertahan di peringkat ke-9 Grup 2, posisi yang menempatkan mereka di zona playoff degradasi.
Di sisi lain, Persipura semakin dekat dengan puncak klasemen yang saat ini ditempati PSS Sleman.
Dua kekalahan tuan rumah lainnya terjadi saat Deltras FC kalah 1-2 dari Persela Lamongan di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, serta PSIS Semarang yang tumbang 0-1 dari PS Barito Putera.
Meski demikian, beberapa tuan rumah masih mampu memanfaatkan dukungan publiknya. PSS Sleman tampil paling dominan dengan kemenangan telak 7-0 atas Persipal FC di Stadion Maguwoharjo.
Hasil ini semakin mengokohkan posisi PSS di puncak klasemen Grup Timur, sementara Persipal semakin terbenam di dasar klasemen.
Kemenangan kandang lainnya diraih Persiku Kudus yang mengalahkan Kendal Tornado FC 1-0, serta Persiraja Banda Aceh yang menundukkan Sumsel United 2-0 di Stadion H. Dimurthala.
Sementara itu, tiga pertandingan lain berakhir imbang. Duel pemuncak klasemen Grup 1, Garudayaksa FC melawan Adhyaksa FC Banten, berakhir 0-0.
Hasil seri juga terjadi saat Persikad Depok bermain 2-2 dengan PSMS Medan, serta FC Bekasi City yang ditahan Persekat Tegal 1-1.
Dengan hasil-hasil tersebut, peta persaingan menuju fase akhir Pegadaian Championship semakin sulit diprediksi. Setiap poin kini menjadi sangat berharga, sementara jarak antar tim di papan atas maupun zona bawah terus menipis.




















Komentar