ACEHFOOTBALL.net — Persaingan di Grup Barat Pegadaian Championship 2025/26 memasuki titik krusial setelah seluruh tim menuntaskan pekan ke-10.
Garudayaksa FC masih kukuh di puncak klasemen dengan 23 poin, namun tekanan dari barisan bawah semakin terasa karena jarak poin antartim terbilang rapat.
Garudayaksa FC, sang pemuncak, menunjukkan konsistensi luar biasa lewat raihan 7 kemenangan, 2 imbang, hanya 1 kali kalah, serta produktivitas 26 gol—terbanyak di grup ini.
Performa stabil mereka juga terlihat dari tren lima laga terakhir yang dipenuhi kemenangan.
Dengan selisih empat poin dari pesaing terdekat, mereka mulai membangun jarak aman, namun belum sepenuhnya keluar dari kejaran tim-tim di bawahnya.
Di posisi kedua, Adhyaksa FC Banten mengoleksi 19 poin. Meski hanya terpaut empat angka dari puncak, inkonsistensi terlihat dalam empat hasil imbang yang membuat mereka gagal menempel ketat Garudayaksa.
Namun Adhyaksa tetap menjadi ancaman serius dengan produktivitas 21 gol dan hanya satu kali kalah sejauh ini.
Sorotan lain tertuju pada Sumsel United, kini duduk di posisi ketiga dengan 17 poin. Performa mereka masih naik turun, tetapi tetap termasuk tim paling kompetitif dengan selisih gol positif dan catatan bertahan kuat.
Posisi empat hingga tujuh menjadi wilayah paling panas. FC Bekasi City (15 poin), PSMS Medan (13 poin), PSPS Pekanbaru (13 poin), dan Persiraja Banda Aceh (12 poin) hanya dipisahkan jarak yang tipis.
Satu kemenangan atau satu kekalahan saja bisa membuat peringkat berubah drastis.
Persiraja menjadi tim yang patut mendapat perhatian khusus. Meski berada di posisi ketujuh, tren mereka mulai membaik dan hanya terpaut satu poin dari zona aman empat besar.
Hasil imbang di Banten pada pekan ke-10 membuka peluang mereka untuk kembali bersaing.
Sementara itu, Persikad (12 poin) dan Persekat Tegal (9 poin) masih berjuang keluar dari tekanan zona bawah. Bagi keduanya, setiap laga kini terasa seperti final.
Di dasar klasemen, Sriwijaya FC menjadi sorotan terbawah dengan catatan buruk—0 kemenangan, hanya 2 poin, dan kebobolan terbanyak (25 gol). Tanpa perbaikan signifikan, mereka semakin dekat ke jurang degradasi.
Dengan jarak poin yang rapat dari posisi 2 hingga 8, Grup Barat memasuki fase yang sepenuhnya tak terduga.
Garudayaksa memang masih memimpin, tetapi bayang-bayang persaingan ketat dari zona tengah membuat hanya tim yang paling konsisten yang akan bertahan hingga akhir putaran.





















Komentar