ACEHFOOTBALL.net – Pertemuan Sriwijaya FC kontra Persiraja Banda Aceh di Stadion Gelora Jakabaring, Sabtu (27/9/2025), bukan sekadar laga pekan ketiga Pegadaian Championship 2025/26.
Kedua tim memiliki catatan pertemuan panjang dan penuh rivalitas sejak 2019, dengan keunggulan tipis berada di pihak Persiraja.
Dalam enam musim terakhir, kedua tim sudah bertemu sepuluh kali. Persiraja mengoleksi lima kemenangan, Sriwijaya dua kali menang, sementara tiga laga lain berakhir imbang.
Tren itu menunjukkan Laskar Kutaraja sedikit lebih dominan, meski pertandingan kerap berlangsung ketat dan berakhir dengan skor tipis.
Musim 2019 menjadi momen paling dramatis. Kedua tim bertemu empat kali, termasuk duel play-off perebutan tempat ketiga yang memastikan promosi Persiraja ke Liga 1 setelah menang 1-0.
Sriwijaya sempat membalas pada 2022 dengan kemenangan 2-0 di Palembang, tetapi dominasi kembali ke tangan Persiraja.
Musim 2024, Harimau Banda bahkan dua kali menundukkan Sriwijaya, termasuk kemenangan 4-2 di Jakabaring.
Catatan historis ini menambah panas duel Sabtu sore. Sriwijaya yang belum menang musim ini bertekad memutus tren negatif di depan publik sendiri.
Sementara Persiraja, meski menelan dua kekalahan awal, punya kepercayaan diri ekstra dari rekor pertemuan yang lebih baik.
Laga kali ini bukan hanya soal tiga poin, tetapi juga soal harga diri dua tim yang sama-sama lekat dengan sejarah panjang Liga 2 Indonesia.





















Komentar