
ACEHFOOTBALL.com — Jose Murinho diibaratkan laksana dua sisi mata uang. Kini sisi lain sedang dipertontonkan The Special One.
Sebagai pelatih, dia sukses membawa Chelsea di antaranya menjadi tiga kali juara liga, Inter Milan juga mencatatkan diri dua kali sebagai juara Serie A dan juara Liga Champions di musim 2009/2010. Real Madrid juga menjadi juara La Liga.
Tapi rupanya di musim ketiga dalam periode keduanya bersama Chelsea, Mourinho tak bisa berbuat apa-apa. Timnya babak belur di pekan ke-16 dengan ada di peringkat ke-16 dengan hanya meraih nilai 15.
Di balik hasil buruk itu, sepertinya ada sedikit “campur tangan” mantan tim medis The Blues, Eva Carneiro. Faktanya, pelatih asal Portugal ini berselisih yang berujung pemecatan pada Eva, penampilan Terry dkk langsung menukik. Kini mereka sudah sembilan kali kalah.
Apakah ini “kutukan” dari Eva Carneiro, entahlah.
Tapi, mantan pemain Arsenal, Martin Keown menyebutkan, tak perlu ragu dengan catatan sukses Mourinho.
“Sebuah tim yang ditangainya seolah mempunyai garansi untuk mendapatkan trofi dalam musim itu,” kata dia.
Terbukti, Porto yang bukan tim favorit di level Eropa mampu menjadi juara Liga Champions di musim 2003/2004.
Keown menyebut itu memang sudah jadi sisi lain Mourinho. Dia memang kurang bijaksana mengontrol emosinya.
“Saat situasi sudah tenang, dia akan menjadi seornag legenda di Chelsea dan salah satu manajer terbaik di Premier League,” kata Keown seperti dikutip Daily Star.
“Saat dia menjalankan tugasnya dia terlihat begitu cemerlang dan amat bagusnya. Tapi ketika dia mengklaim seluruh dunia menyerang dia maka dia sudah menunjukkan sifat kekanakan yang amat menyebalkan.
“Tapi ini bukan akhir pertunjukan Jose Mourinho. Dia akan kembali,” ucap dia.
Terkait spekulasi pemecatan Mourinho, Keown sudah memprediksinya. Apalagi jika berkaca kepada nasib manajer-manajer sebelumnya.
“Dengan rekam jejak Chelsea yang sering memecat manajer sudah cukup bagus dia bertahan sejauh ini,” papar dia.
Sumber: dbs


















Komentar